Cegah perkosaan, Dishub dan polisi gelar razia gabungan

Polisi mengaku karena kasus Annisa, mahasiswa UI yang melompat dari angkot, pihaknya baru berkoordinasi dengan Dishub.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Cegah perkosaan, Dishub dan polisi gelar razia gabungan
Annisa Azward saat dirawat di rumah sakit. M Mirza©2013 Merdeka.com

Pihak kepolisian akan menempatkan sejumlah personelnya di beberapa titik rawan terjadinya tindak kriminalitas di dalam angkutan umum. Hal tersebut dilakukan sebelum penyatuan manajemen yang mengelola ribuan angkutan umum di Ibukota diketok palu oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

"Kita kan memang sudah gelar razia rutin tiap harinya. Razia untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas di dalam angkutan umum maupun di beberapa titik yang dianggap rawan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Senin (11/2).

Pihak kepolisian pun membantah, gelar razia kembali dilakukan terkait mencuatnya kasus Annisa Azwar (20), mahasiswi Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia yang harus meregang nyawa setelah meloncat keluar dari angkutan umum yang ia naiki.

"Razia dilakukan bukan karena kasus ini (Annisa) mencuat. Razia itu kan sudah termasuk agenda rutin anggota," bantah Rikwanto.

Namun, Rikwanto pun tidak memungkiri, akibat kasus Annisalah, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas perhubungan (Dishub) untuk menggelar razia angkutan umum secara bersama-sama. "Dishub dan polisi akan melakukan razia gabungan. Jadi polisi merazia dari sisi indikasi tindak kriminal atau premanisme yang mungkin terjadi dan Dishub razia terkait ketertiban para sopir angkot di lapangan. Seperti ID, seragam, trayek dan kondisi mobil," terang Rikwanto.

Menanggapi kasus Annisa, Rikwanto mengakui lokasi tempat kejadian yang menimpa Annisa di luar pengawasan pihak kepolisian.

"Jadi ada beberapa lokasi yang sudah dirazia, namun terjadi di lokasi lainnya. Jadi ke depannya anggota yang biasa merazia di lokasi tertentu nanti digeser dan disebar ke beberapa titik yang dianggap rawan pada jam-jam tertentu," imbuh Rikwanto.

Rekomendasi