Mantan Presiden BJ Habibie mendapatkan anugerah medali emas kemerdekaan pers. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Margiono mengatakan penyerahan medali emas kemerdekaan pers, sebuah penghargaan tertinggi dari masyarakat pers kepada perorangan atau lembaga yang dinilai memiliki jasa yang sangat besar bagi kepentingan pers."Prof DR BJ Habibie, ketika menjabat Preseden RI ketiga, meletakkan dasar yang sangat kuat dan membuka kran kemerdekaan pers di Indonesia," kata Margiono di Grand Kawanua Internasional City (GKIC), Manado, Sabtu (9/2).Penganugerahan medali emas dilakukan oleh Ketua Dewan Pers Bagir Manan didampingi Ketua PWI Pusat Margiono. Ini merupakan rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2013.Mendapat anugerah tersebut, Habibie merasa terhormat. "Sungguh suatu kehormatan bagi saya untuk menerima penghargaan tersebut pada perayaan HPN tahun 2013," kata Habibie.Habibie dalam membawakan orasi, antara lain mengatakan penekanan terhadap kemerdekaan pers, tidak sejalan dengan prinsip perikemanusiaan dan perikeadilan."Kemerdekaan pers adalah bagian dari upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang menjadi salah satu tujuan pembentukan negara Indonesia," katanya.Dia mengatakan, kemerdekaan dan kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi perlu ditumbuhkan sehingga memungkinkan pers dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik."Kita membutuhkan pers yang merdeka, bebas, bertanggung jawab, berbudaya dan bermoral," kata Habibie.Pada penyerahan anugerah medali emas tersebut juga ditampilkan paduan suara pelajar Sulut, yang membawakan sejumlah lagu.Lagu dibawakan antara lain, "Sepasang Mata Bola" yang dinyanyikan, saat menyambut kedatangan mantan Presiden BJ Habibie.Pada kesempatan tersebut juga diserahkan ensiklopedia pers Indonesia serta 27 buku karangan wartawan Indonesia kepada BJ Habibie oleh Ketua PWI Margiono.
Habibie raih penghargaan medali emas kemerdekaan pers
"Prof DR BJ Habibie, ketika menjabat Presiden RI ketiga, meletakkan dasar sangat kuat dan membuka kran kemerdekaan."
Rekomendasi