Semenjak KPK menetapkan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka dalam kasus suap impor daging sapi, kader PKS seolah menghilang dari Senayan. Seluruh kader PKS telah diinstruksikan untuk tidak banyak bicara ke publik. Dengan alasan, tidak ingin mengganggu proses penegakkan hukum yang sedang dilakukan oleh KPK."Jadi begini, kami semua mengertilah bahwa KPK sedang menjalankan tugasnya, kami tidak ingin mengganggu tugasnya. Saya tahu, teman-teman PKS Komisi III, tidak ingin mengganggu keseriusan mereka. Kami tidak ingin mengganggu, karena partai kami komitmen terhadap pemberantasan korupsi," kata politisi PKS Sigit Sosiantomo di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (31/1).Oleh sebab itu, kata dia, PKS lebih baik diam dan menunggu proses penegakkan hukum ketimbang banyak bicara yang justru membuat kegaduhan dalam proses penegakkan hukum. "Kalau kami mengganggu, justru nanti malah ribut lagi nanti. Jadi mending diam saja, silakan diproses," imbuhnya.Luthfi Hasan yang getol membawa PKS dengan slogan 'bersih dan peduli' ini, telah ditetapkan tersangka oleh KPK. Penetapan tersangka Luthfi oleh KPK kali ini terbilang cukup berani. Sebab, yang dijerat adalah orang nomor satu di partai Islam tersebut, tindakan yang belum pernah dilakukan lembaga itu sebelumnya.Luthfi dijerat pasal 12 a atau b, pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999. Pada saat ini Luthfi masih diperiksa di Kantor KPK. Meski demikian Luthfi membantah dirinya menerima suap dalam kasus daging impor. Dia menegas
PKS ngotot kasus Luthfi Hasan janggal
PKS pertanyakan sikap fraksi-fraksi di DPR tak bela Luthfi
Luthfi mundur sebagai presiden PKS hari ini
PKS: Luthfi tidak kenal dengan kurir pembawa uang
Menteri Pertanian sebut kasus Presiden PKS aneh