Railbus Batara Kresna, kereta disel mewah senilai Rp 17 miliar peninggalan mantan Wali Kota Solo Jokowi terancam mangkrak. Pasalnya, proyek tersebut tak mendapatkan subsidi dari pemerintah.Usulan pemberian subsidi untuk tiket penumpang railbus jurusan Sukoharjo - Solo - Yogyakarta tersebut tak disetujui oleh DPRD Kota Solo. Wakil Ketua DPRD Solo Supriyanto mengatakan, pemberian subsidi untuk kereta disel buatan PT INKA tersebut tidak mungkin direalisasikan."Anggaran kita sangat terbatas. DPRD tidak mungkin memberikan subsidi untuk tiket. Apalagi kereta itu juga melintas antar daerah. Kalau mungkin pun harus dibicarakan dengan pemerintah daerah, provinsi atau bahkan pemerintah pusat," ujar Supriyanto ketika dihubungi merdeka.com, Rabu (30/1).Menurut Supriyanto, konsep moda transportasi massal yang dirancang oleh pemerintah kota (pemkot) Solo tidak jelas. Railbus pada awalnya hanya untuk pengganti KA feeder dari Wonogiri ke Solo. Dalam perjalanannya, railbus beralih fungsi menjadi KA wisata."Konsepnya tidak jelas, railbus mau digunakan buat apa. Kalau angkutan massal Solo - Yogya, itu jelas tidak mungkin, karena hanya bisa menampung 60 orang dan jenis keretanya pun bukan model kereta jarak jauh. Kalau kereta feeder, terlalu mewah, padahal penumpangnya kan segmennya menengah ke bawah," bebernya.Supriyanto mengatakan pengoperasian railbus lebih baik diserahkan ke PT KAI, agar dikelola secara profesional.Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Solo Yosca Herman Sudradjat mengaku telah berkoordinasi dengan PT KAI Daops 6 Yogyakarta. Namun hingga saat ini belum ada titik temu."Upaya lain sudah kita lakukan. Kami sudah melayangkan surat kepada Menteri Perhubungan agar railbus Batara Kresna bisa mendapatkan subsidi tiket dari pemerintah," jelas Supriyanto.
Tak ada subsidi, Railbus Jokowi terancam mangkrak
Wakil Ketua DPRD Solo Supriyanto menyarankan Railbus itu dikelola PT KAI secara profesional.
Rekomendasi