Usai diperiksa KPK, manajer proyek Hambalang menutup wajah

Purwadi Hendro segera berlalu saat keluar dari Gedung KPK, usai diperiksa pada malam hari.

Aryo Putranto Saptohutomo
Usai diperiksa KPK, manajer proyek Hambalang menutup wajah
hambalang. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selesai memeriksa Purwadi Hendro hari ini. Manajer Proyek Kerjasama Operasi Adhi Karya-Wijaya Karya pada proyek Hambalang itu, enggan berkomentar banyak saat ditanyai wartawan.Purwadi yang mengenakan kemeja putih lengan panjang dan berdasi, segera berlalu saat keluar dari Gedung KPK usai diperiksa pada malam hari. Dia pergi menuju lokasi parkir mobilnya di depan Gedung Jasa Raharja, persis di samping Gedung KPK. Dia menolak bicara banyak saat ditanya soal pemeriksaan hari ini."Tadi saya sudah jelaskan di sana (KPK)," kata Purwadi kepada wartawan, Senin (14/1).Saat ditanya apakah dia sengaja melindungi Direktur Operasional I PT Adhi Karya, Teuku Bagus Mohammad Noor, lagi-lagi dia bungkam. Dia memilih diam saja sembari menutupi wajah, lalu langsung masuk ke mobil Toyota Kijang Innova hitam yang sudah siap terparkir dan dalam keadaan mesin menyala.Dalam kasus dugaan korupsi Pusat Pendidikan dan Pelatihan serta Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, KPK sampai saat ini masih terus mendalami keterlibatan banyak pihak. Termasuk soal aliran dana ke berbagai pihak. Mereka pun sudah meminta keterangan banyak orang, baik dalam kapasitas sebagai saksi maupun tersangka. Mereka di antaranya pihak kontraktor dan sub kontraktor proyek, pegawai Kementerian Pemuda dan Olahraga, anggota DPR, pejabat kementerian, dan mantan menteri.Hari ini, lembaga anti rasuah itu juga memanggil terpidana kasus korupsi Angelina Patricia Pinkan Sondakh. Dia ditanyai sebagai mantan anggota Komisi X fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat. Komisi X membidangi pendidikan dan olahraga, dan rekan kerja Kemenpora yang bersinggungan langsung dalam proses proyek Hambalang.Pekan lalu, KPK juga meminta keterangan beberapa politikus lainnya. Mereka antara lain Ketua Komisi III DPR I Gede Pasek Suardika dan mantan anggota Komisi X Partai Amanat Nasional, Primus Yustisio.Bahkan, jauh hari sebelumnya, lembaga antikorupsi itu sudah pernah memeriksa mantan kepala Badan Pertanahan Nasional Joyo Winoto, bekas Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, serta Wakil Menteri Keuangan dan mantan Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Ani Ratnawaty. Mereka semua ditanyai dalam lingkup dugaan korupsi proyek bernilai Rp 2,7 triliun itu.Dalam kasus Hambalang, KPK sudah menetapkan dua tersangka. Mereka adalah mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Deddy Kusdinar, serta mantan Menpora Andi Alfian Mallarangeng. Saat ini, KPK belum menahan keduanya. Dalam perkata rasuah itu, KPK sudah mencekal Andi Mallarangeng, Andi Zulakarnaen Mallarangeng alias Choel, dan Manajer Konstruksi I PT Adhi Karya, Muhammad Arif Taufiqurrahman.KPK sudah memeriksa Andi Mallarangeng pada Jumat pekan lalu dalam kasus ini. Sementara adik Andi, Choel, dijadwalkan diperiksa pada Jumat pekan ini.Demi kelancaran penyidikan, KPK juga sudah membekukan rekening pribadi dan keluarga Andi Mallarangeng. KPK juga terus menelusuri beberapa harta mantan Juru Bicara Kepresidenan itu, yang diduga hasil tindak pidana korupsi.

Rekomendasi