Sering diburu Satpol PP, Mak Sum meninggal ketakutan

Sebelum meninggal, korban sempat bersembunyi dari kejaran Satpol PP yang melakukan razia gelandangan.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Sering diburu Satpol PP, Mak Sum meninggal ketakutan
Gelandangan tewas di Surabaya. ©2013 Merdeka.com

Kerap terjaring razia Satpol PP Kota Surabaya, Mak Sum (50), seorang perempuan tunawisma meninggal dunia karena didera ketakutan selama lima hari berturut-turut.Mak Sum mengembuskan napas terakhirnya usai makan lontong mi sekitar pukul 15.00 WIB, Selasa (8/1) sore, di bantaran Sungai Kalimas, tepatnya di Jalan Kangean atau biasa disebut warga Surabaya sebagai Pataya.Kawasan Pataya ini merupakan daerah tempat berkumpulnya komunitas kaum homoseksual bila waktu malam tiba. Pataya berada di sekitar bantaran Sungai Kalimas yang berada di depan Monumen Kapal Selam (Monkasel)."Mak Sum sudah lima hari ada di sini (lokasi kejadian). Sebelumnya dia enggak di sini, karena sering dirazia Satpol PP, terus pindah ke sini. Kondisinya sudah sakit waktu pindah ke sini, katanya takut dan was-was kena razia lagi," tutur salah satu warga sekitar, Kholifah (57), menceritakan rasa ketakutan Mak Sum.Pemilik warung kopi di sekitar Pataya ini juga menceritakan, memang sejak kedatangan Mak Sum, lima hari lalu, dirinyalah yang merawat dan mengantarkan perempuan 50 tahun itu ke dokter. "Tapi ya enggak sembuh-sembuh. Terus dia minum air banyak sekali setiap hari. Dari situlah penyakitnya keluar, dia mengeluarkan banyak cairan. Terus tadi sore, habis makin di pinggir sungai dan meninggal dunia," terang Kholifah lagi.Diungkap Kholifah, Mak Sum yang tidak diketahui asal usulnya ini, setiap hari meminta-minta sedekah di gereja-gereja sekitar. "Waktu sakit itu dia mengatakan kalau ketakutan dikejar-kejar Satpol PP terus setiap hari."Kapolsek Tambaksari, Kompol Hartono mengatakan, saat pihaknya mendapat laporan soal temuan mayat ini, pihaknya sempat salah tempat. Sebab, informasi yang diterimanya, mayat ditemukan di Hotel Sahid Surabaya."Kemudian anggota dan tim identifikasi Polrestabes Surabaya datang ke lokasi (Hotel Sahid), tapi ternyata TKP-nya di daerah Pataya," terang Hartono di lokasi kejadian.Setelah menemukan lokasinya, yang memang tak jauh dari lokasi Hotel Sahid itu, polisi langsung melakukan olah TKP. "Untuk sementara, korban meninggal karena sakit. Dari saksi-saksi yang kami mintai keterangan dan dari hasil identifikasi, memang tidak ada tanda-tanda kekerasan. Jadi untuk sementara kami menyimpulkan korban tewas karena sakit," pungkas Hartono.Selanjutnya, untuk proses penyidikan lebih lanjut, jenazah Mak Sum dievakuasi ke Kamar Mayat RSUD dr Soetomo Surabaya untuk menjalani proses otopsi.

Rekomendasi