Disebabkan oleh aliran listrik padam, radar Bandara Adisutjipto, Yogyakarta sempat mati selama hampir 40 menit. Namun, kejadian matinya radar itu tidak sampai mengakibatkan terganggunya jadwal penerbangan yang ada di bandara internasional itu.Asisten Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, Faizal Indra Kusuma saat dikonfirmasi membenarkan matinya radar akibat aliran listrik yang padam. "Memang tadi sempat mati selama hampir 40 menit, tapi sekarang sudah nyala dan normal kembali. Pada pukul 13.48 WIB listrik PLN sempat mati, meski kemudian dalam beberapa menit sudah kembali normal. Meski listrik mati, namun tidak sampai mengganggu jadwal penerbangan yang ada," ujar Faizal saat dikonfirmasi, Rabu (26/12).Faizal Indra menegaskan ketika listrik mati, ATC segera melakukan panduan secara manual, sehingga tiga pesawat yang akan mendarat bisa segera dipandu dan mendarat dengan baik."Listrik PLN nyala lagi sekitar setengah jam setelah padam. Begitu listrik mati, satu daya segera diganti dengan genset sehingga tidak lama kemudian bisa berfungsi lagi. Namun, untuk menghidupkan semua itu memerlukan waktu sekitar 15 menit agar radar kembali naik dan bisa difungsikan dengan baik," ucapnya.Langkah pemanduan dengan sistim secara manual itu, menurutnya, sudah sesuai dengan prosedur dan mekanisme. "Kejadian itu tidak sampai menyebabkan terganggunya jadwal penerbangan. Baik keberangkatan maupun kedatangan di Bandara Adisutjipto Yogyakarta," pungkasnya.
Listrik padam, radar Bandara Adisutjipto sempat mati 40 menit
Ketika listrik mati, ATC segera melakukan panduan secara manual, sehingga tiga pesawat mendarat dengan selamat.
Advertisement
Rekomendasi