Tokoh lintas agama hadiri silaturahmi Natal di Katedral Bandung

Acara juga dihadiri oleh Wali Kota Bandung Dada Rosada.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Tokoh lintas agama hadiri silaturahmi Natal di Katedral Bandung
Silaturahmi Natal di Bandung. ©2012 Merdeka.com

Momen perayaan Natal 2012 dijadikan kesempatan untuk ajang silaturahmi antarumat beragama di Bandung. Di sela-sela peribadatan, umat kristiani pada Natal 2012 ini, digelar acara silaturahmi yang bertajuk, 'Hidup Rukun dan Damai, memantapkan Bandung Sebagai Kota Agamis' di Aula Gereja Katedral, Jalan Merdeka, Bandung, Selasa (25/12).Beberapa tokoh agama dari Islam, Kristen, Katolik, Budha, dan Hindu hadir, termasuk Wali Kota Bandung, Dada Rosada."Silaturahmi ini juga bagian dalam menjaga kondusifitas Bandung. Bandung ini dibentuk bukan Islam-is, Kristen-is, Katholik-is, Hindu-is, dan Budha-is. Tapi agamis," katanya dalam acara Silaturahmi Antar Umat Beragama, Selasa (25/12).Dia mengakui setiap perbedaan itu bisa menjadi tempat tumbuh dan berkembang dengan kehidupan yang damai. Hal itu sejalan dengan makna misi Kota Bandung, yakni Bersih Makmur Taat dan Bersahabat atau Bermartabat. "Hidup bersama itu rukun dan damai," ungkapnya.Menurutnya, Bandung sudah punya modal. Semua di Bandung toleransi antar umat beragama sudah dijalin. Warganya semua beriringan. "Bandung ini indah sekali. Di sini tempat kita berkumpul, Tuhan menyaksikan pertemuan kita," ujarnya.Orang nomor satu di Bandung juga mengatakan dengan pluralisme yang ada, bahwa Bandung adalah miniatur NKRI. "Bandung bisa menunjukkan warganya yang bersahabat," imbuhnya.Sementara, Pastor Paroki Gereja Katedral Romo Leo van Berdeun, mengaku sangat gembira dengan berbaurnya antar umat yang ada di Bandung ini. Dia merasa sangat dihargai."Saya sangat gembira. Kita dapat mewujudkan sesuatu yang kita inginkan. Mari kita bersama-sama. Walau suku, agama, etnis berbeda-beda. Tapi kita tetap kepada satu tujuan," katanya.Dengan silaturahmi, dan hubungan yang erat dia ingin memperlihatkan bahwa Bandung bisa melakukan itu. Dia pun ingin tunjukan pada dunia bahwa Bandunglah tempatnya setiap warga bisa menghargai satu sama lain."Dunia luar bisa lihat, betapa kita bisa. Dan Kita buktikan bahwa peristiwa ini menjadi momen kebersamaan," ungkapnya.Dalam kesempatan itu, hadir juga Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama, Ahmad Suherman, Sekjen keuskupan Bandung Paulus Wirasmohadi suryo, juga sejumlah tokoh lintas agama. Selain acara silaturahmi menampilkan juga tarian tradisional.

Rekomendasi