Kasus Munir abu-abu, Butet sentil Presiden

"Ndak Becus mengatur. Buktinya, tidak ada respon. Kasus Munir ya begini-begini saja," kata Butet.

Destriyana
Oleh Destriyana - Reporter
Kasus Munir abu-abu, Butet sentil Presiden
Menafsir Munir, Menolak Lupa. ©2012 Merdeka.com

Memperingati sewindu kematian aktivis HAM Munir Said Thalib, seniman Butet Kartaredjasa mengajak koleganya menggelar acara bertajuk Menafsir Munir, Melawan Lupa.Kegiatan yang digelar di samping alun-alun Kota Batu, Jawa Timur, 2-3 Desember ini bertujuan untuk menagih janji SBY perihal penuntasan kasus Munir. Tak pelak, sentilan tajam pun dilontarkan atas kelambanan pemerintah dalam menyingkap misteri di balik kematian aktivis HAM tersebut.

"Ya, karena pemimpinnya ndak becus. Ndak Becus mengatur. Buktinya, tidak ada respon. Kasus Munir ya begini-begini saja," kata Butet kepada merdeka.com, ketika ditemui di alun-alun Kota Batu (3/12).Acara yang digagas oleh Butet ini juga didukung beberapa seniman, musisi dan sastrawan terkemuka, seperti Djaduk Ferianto, Goenawan Soesatyo Mohamad, Sudjiwo Tedjo, Glenn Fredly dan Melanie Subono. Mereka pun mengajak masyarakat untuk ikut mengkritisi penegakan HAM yang masih berjalan di tempat. Selama acara berlangsung, para perupa asyik melukis wajah Munir di sebelah kanan panggung. Selain memamerkan karya seniman, panitia juga memajang ribuan sketsa wajah Munir yang diwarnai siswa SD-SMP Kota Batu di sekeliling alun-alun. Kemudian bersama kedua anaknya, Suciwati juga sempat membacakan surat untuk Presiden SBY - yang pernah berjanji menuntaskan kasus Munir dan mencari siapa otak pembunuh suaminya.

Rekomendasi