Kesan seram dari Rumah Tahanan (Rutan) Guntur milik Pomdam Jaya TNI yang dipinjam pakai oleh KPK semakin nyata. Sejumlah anjing pelacak siap menjaga para tahanan yang mendekam di Rutan militer milik TNI tersebut."Ada 9 anjing, jenisnya rotweiller, malinois, dan labrador," ujar Komandan Pomdam Jaya, Kolonel CPM Dedy Iswanto, Rabu (21/11) kemarin.Dedy mengatakan anjing-anjing tersebut digunakan untuk pelacakan jika ada penyerangan dari para tahanan. Juga, saat patroli di daerah rawan TNI, lanjut Dedy, anjing-anjing itu juga ikut digunakan. Anjing-anjing tersebut ada sejak 2007, dan yang terbaru didatangkan dari Surabaya."(Anjing) Penyerang hanya 3. Sisanya pengendus dan pelacak," ujarnya.Diketahui, rutan Guntur dulunya merupakan rutan militer milik Pomdam Jaya TNI yang digunakan untuk menampung tahanan politik pada zaman orde baru. Menurut petugas di sana, perwira TNI berpangkat kolonel hingga brigjen pernah ditahan di sana.KPK telah meminjam-pakai rutan guntur untuk menampung para tahanan KPK yang tidak lagi muat di rutan KPK. Saat ini, 3 kamar sel telah siap digunakan dengan per kamar menampung untuk 2 orang tahanan. Nantinya akan dibangun 11 sel, yang tiap sel wanita dan pria akan dipisah. Masing-masing sel pria per kamarnya untuk 5-7 tahanan. Sedangkan sel wanita masing-masing untuk 1 orang.
9 Anjing siap mengawal tahanan di Rutan Guntur
Anjing-anjing tersebut ada sejak 2007, dan yang terbaru didatangkan dari Surabaya.
Rekomendasi