Selama ini kata ndeso identik dengan kampungan, ketinggalan zaman, atau tidak bisa mengikuti perkembangan modernitas. Padahal ini salah kaprah. Buktinya, beberapa profil ndeso justru banyak disuka orang, seperti Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo misalnya. Politisi Partai Golkar Indra J Piliang menilai saat ini memang ada kebutuhan figur ndeso seperti Jokowi. Menurut Ketua Dewan Pelaksana Badan Penelitian dan Pengembangan DPP Partai Golkar itu, di benak Jokowi, berisi banyak pemikiran untuk memajukan kota. "Karena dengan ini dukungan datang, karakter untuk saat ini momentumnya ada," ujarnya.Indra mengakui Golkar saat ini mencoba mencari-cari sosok seperti Jokowi. "Mas ini Jokowi baru, ada Jokowi dari Batak, Jokowi dari Manado, dan Jokowi dari Tapanuli. Tapi yang saya lihat itu semangatnya seperti Jokowi enggak ada, yang ada cuma seragam kotak-kotaknya," katanya sambil tertawa.
Advertisement
Tampil apa adanya dan tidak dibuat-buat
Pilihannya dalam menunjang penampilan terkesan jauh dari glamour. Setidaknya hal itu terwujud dari sepatu yang ia pakai saat mengikuti debat cagub-cawagub DKI Jakarta beberapa waktu lalu."Sepatu Jokowi yang dipakai dalam acara debat resmi kandidat, bermerk Parachute," kata konsultan politik Jokowi, Eep Saefulloh Fatah, lewat akun Instagram-nya yang memuat foto sepatu yang dimaksud, Senin (17/9).Terlihat sepatu kets bermerek Parachute yang digunakan Jokowi bernomor 43 itu sudah tidak baru lagi. Terlebih penggunaan tali sepatu yang berwarna merah, terkesan ala kadarnya karena tidak matching dengan warna dasar sepatu. Soal harga, sepatu Jokowi terbilang jauh lebih murah dari sepatu yang umumnya dipakai oleh pejabat setingkat dia. Tidak sampai jutaan. "Sepatu Jokowi harganya hanya sekitar Rp 200 ribuan," kata Eep menurut pengakuan Jokowi sendiri.Pada saat kerja hari pertama sebagai gubernur, Jokowi datang ke Balaikota tepat pukul 07.00 WIB dengan menggunakan kemeja putih, celana bahan hitam, dan sepatu kets. Saat ditanyakan, kenapa tidak menggunakan seragam coklat-coklat, mantan Walikota Solo itu menjawab tidak perlu. "Masa mau ke lapangan saja pakai baju coklat-coklat," jawabnya.
Advertisement
Konsisten
Sikap konsisten Jokowi juga ditunjukkan dari kebiasaan mendekatkan diri dengan masyarakat, dan tidak menggunakan pengawalan seperti kebanyakan pejabat pemerintah. Sebelum Jokowi mencalonkan diri menjadi gubernur DKI, wali kota Solo itu pernah berujar tidak akan menggunakan voorijder jika terpilih menjadi gubernur. "Saya tujuh tahun nggak pakai (pengawal). Di Jakarta juga (saya nggak bakal pakai pengawal), buktikan saja," kata Jokowi kepada merdeka.com beberapa bulan lalu.Dia mengaku tidak suka pengawalan dan protokoler berlebihan. Tiga bulan pertama menjadi penguasa di Solo, dia dikasih pengawal. Namun dia tidak betah selalu diikuti. Jokowi juga tidak takut mesti bakal menghadapi macet parah di Ibu Kota. Kini, ke mana-mana dia tidak pakai pengawalan.
Advertisement
Sederhana
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tetap berusaha bersikap sederhana. Salah satu bentuk kesederhanaan pria yang akrab disapa Jokowi ini adalah, enggan memakai mobil dinas Toyota Camry. Jokowi tetap setia dengan mobil pribadinya Kijang Innova."Sementara tidak mau memakai," ujar Kepala Bidang Informasi Publik, Eko Hariadi kepada merdeka.com di pemrov DKI, Jl Medan Merdeka Selatan Jakarta, Rabu (17/10).Secara pribadi, Eko menilai keputusan Jokowi tetap menggunakan mobil pribadinya menunjukkan sikap konsisten sejak masa kampanye pilgub dahulu. "Memilih mobil pribadi, sosok yang muncul kesederhanaan dan non protokoler," lanjutnya.Belakangan diketahui, mobil Kijang Innova B 1123 RFR yang dipakai oleh Jokowi untuk bekerja ternyata masih mobil sewaan. "Mobil yang saya pakai mobil rental," ujar Jokowi di Balaikota, Jakarta, Kamis (18/10)Berdasarkan tingkatan jabatan di pemrov DKI Jakarta, salah satu fasilitas untuk gubernur adalah Toyota Camry. Sedangkan untuk eselon satu dan dua mendapatkan fasilitas mobil Corolla Altis.
Advertisement
Santun dan rendah hati
Jokowi bertemu dengan Gubernur Jateng Bibit Waluyo, Jumat (19/10). Pertemuan dengan Bibit itu adalah kali pertama setelah Jokowi dilantik menjadi gubernur DKI Jakarta. Sebagai mantan bawahannya, Jokowi rupanya tetap menaruh hormat dengan Bibit meski pernah berseteru.Setelah Bibit tiba di Gedung DPRD dan keluar dari mobil dinasnya, Jokowi langsung menyambut Bibit dengan mencium tangannya.Sementara Wakil Wali Kota FX Hadi Rudyatmo yang berada di sebelah Jokowi hanya bersalaman biasa dan hanya mencium pipi kanan dan kiri. Setelah itu, ketiganya masuk ke ruang Gedung DPRD.Selama ketiganya berjalan beriringan, mereka tampak mengobrol. Tidak jelas apa yang mereka bicarakan.Jika menengok ke belakang, hubungan Bibit dengan Jokowi sempat memanas saat keduanya perang terbuka soal rencana pembangunan mal di lokasi bekas PT Sari Petojo, Purwosari, Laweyan, Solo. Saat itu, Bibit menyebut Jokowi yang menolak rencana pembangunan mal itu dengan sebutan bodoh. "Walikota Solo itu bodoh!" sergah Bibit. Pernyataan Bibit itu sontak memicu reaksi warga Solo dengan berdemo menolak kehadiran sang gubernur di wilayahnya.Sebelumnya, pada pembukaan Trade Expo Indonesia ke-27 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jakarta International Expo Kemayoran, Gubernur DKI Joko Widodo ikut mengangkat dan menggeser gong yang akan dipukul SBY sebagai tanda membuka acara. Sebagai gubernur, tentu bisa saja petugas lapangan yang mestinya mengangkat gong. Tetapi tidak dengan Jokowi. Pantauan merdeka.com, Rabu (17/10), kejadian unik berawal saat SBY mendapati gong yang ingin dipukulnya miring, tidak menghadap podium. Melihat hal itu, Jokowi yang berada di panggung bersama SBY, langsung sigap menggeser dan mengangkat gong agar mengarah ke podium. Bahkan, kesigapan Jokowi itu mengalahkan ajudan SBY, yang akhirnya ikut membantu.Melihat aksi Jokowi itu, SBY sempat tersenyum dan menunjuk ke arah Jokowi. Usai memukul gong, SBY menyalami Jokowi dan menepuk pundaknya sambil terus tertawa. Sementara Jokowi, membalas salam SBY juluran tangan dan tubuh yang sangat membungkuk.
Advertisement
Cekatan
Pada hari pertama sebagai gubernur DKI Jakarta, Jokowi berkunjung ke berbagai tempat seperti Tebet dan Pademangan. Di Pademangan, Jakarta Utara, dia melihat drainase air dan ruang terbuka hijau. Dengan didampingi Kepala Dinas PU DKI Eri Basworo dan pejabat lainnya. Jokowi memerintahkan kepada bawahannya itu menghadapi musim hujan pekerjaan saluran air yang tersumbat segera diperbaiki.Hari kedua, Jokowi mengunjungi terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Bahkan, Jokowi mengaku akan keliling Jakarta sampai malam hari."Kalau mau ikut silakan sampai malem (keliling Jakarta). Sekarang ini mau ke terminal Kampung Melayu," kata Jokowi usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam acara pembukaan Trade Expo Indonesia ke-27 di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta.Sebelum bertolak ke Kampung Melayu, Jokowi mengaku mendapat pesan dari SBY. Presiden meminta agar Jokowi menangani masalah kawasan kumuh di Jakarta."Agar digarap secara maksimal dan benar. Presiden minta kebersihan kota dimaksimalkan," ujar Jokowi menirukan pesan SBY.Hari berikutnya, Jokowi ke Marunda, Jakarta Utara. Selama menjadi gubernur, Jokowi jarang di kantor dan lebih sering berada di luar kantor. Sementara, urusan birokrasi sepertinya diserahkan kepada wakil gubernur Basuki Tjahaja Purnama.
Jokowi juga langsung bertemu Menteri BUMN Dahlan Iskan dan berencana bertemu dengan Mensos Salim Segaff Al Jufri.