Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI Marciano Norman menduga JAT yang menjadi dalang pembantaian dua polisi di Poso. Namun JAT membantah menjadi dalang pembantaian tersebut.JAT juga meminta BIN membuktikan tudingannya tersebut dan bila tidak terbukti marciano diminta mengundurkan diri dari Kepala BIN."Di dalam BIN ada aturan, dan gak boleh salah. Jika kepala BIN menyampaikan hal yang salah, ini fatal. Dalam tradisi intelijen, baik pejabat yang bersangkutan harusnya malu dan mundur," kata juru bicara JAT Sonhadi ketika mendatangi Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jumat (19/10).JAT ingin klarifikasi dari BIN dan Polri soal tuduhan tersebut. Menurut Sonhadi segala sesuatu harus kembali pada oleh tempat kejadian perkara. "Padahal di TKP cuma ditemukan helm. Apa kaitannya helm dan JAT?," kata Sonhadi.Sonhadi juga merasa asing dengan lokasi bernama Tamanjeka yang dituduhkan sebagai tempat latihan JAT. Menurut Sonhadi, JAT tidak memiliki program pelatihan militer di Poso."Tidak pernah, nama tempat itu asing dan baru tahu dari media ada Tamanjeka. JAT tidak memiliki program pelatihan militer. Perlu diingat bahwa sebenarnya konflik Poso itu konflik lama, sekitar tahun 98. Jauh sebelum JAT berdiri bisa jadi tempat latihan digunakan dulu oleh mantan pelaku konflik Poso untuk berlatih," imbuhnya.
JAT minta Kepala BIN mundur karena asal main tuduh
Sonhadi juga merasa asing dengan lokasi bernama Tamanjeka yang dituduhkan sebagai tempat latihan JAT.
Rekomendasi