Juru bicara Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Sonhadi menyatakan pernyataan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI Marciano Norman soal keterlibatan JAT dalam pembunuhan dua polisi di Poso tidak berdasar."Pernyataanya kan main duga saja, apalagi yang ngomong pejabat BIN, kami minta bukti yang lengkap, makanya kami mau ke kantor BIN, mau melihat bukti-buktinya ada keterlibatan JAT," kata Sonhadi melalui pesan singkat, Jakata, Jumat (19/10).Menurut Sonhadi, tuduhan tanpa bukti terhadap JAT tidak pantas disampaikan oleh kepala Badan Intelijen Negara. "Pejabat seperti itu mestinya mundur saja. JAT sebagai organisasi syariat Islam merasa dituduh, itu sama saja menjadikan agama Islam sebagai musuh negara," ujar Sonhadi.Untuk meminta klarifikasi, pihak JAT telah mendatangi BIN pada pukul 10.00 WIB hari ini, namun tidak bisa ketemu Marciano karena alasan prosedural. Kemudian JAT akan mendatangi Mabes Polri untuk meluruskan omongan Marciano.Sebelumnya, Letjen TNI Marciano Norman mengatakan, dua polisi yang tewas di Poso diduga dibunuh kelompok Jamaah Anshorut Tauhid (JAT)."Mereka ini memang diduga JAT, sementara dugaan seperti itu," ujar Marciano, di Istana Negara, Rabu (17/10).Dua polisi tersebut diduga dibunuh di area pelatihan kelompok JAT yang selama ini dalam pengawasan polisi di Poso. "Tempat itu diduga tempat pelatihan yang selama ini dilakukan pengawasan," imbuhnya.
Jubir JAT: KaBIN harus buktikan keterlibatan kami
Tuduhan tanpa bukti terhadap JAT tidak pantas disampaikan oleh kepala Badan Intelijen Negara.
Rekomendasi