Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) pimpinan Abu Bakar Ba'asyir membantah terlibat pembunuhan dua anggota kepolisian di Poso. Tudingan tersebut dinilai sengaja dihembuskan pihak kepolisian untuk mengalihkan perhatian dari berbagai persoalan yang tengah dialami oleh para petinggi Polri."Jelas ini fitnah keji untuk mengalihkan perhatian dari berbagai persoalan yang melibatkan institusi hukum Indonesia," ujar Sekretaris Pusat JAT, Abdurrochman kepada wartawan di kantor JAT Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (18/10).Menurut Abdurrahman, pengalihan perhatian sengaja dilakukan oleh aparat kepolisian. Ia menilai sejumlah persoalan yang belakangan menyudutkan kepolisian membuat korps baju cokelat itu panik."Sudah biasa dicarikan pengalihan perhatian, jika ada kasus kasus besar yang melibatkan petinggi negara" pungkasnyaSebelumnya, dua polisi ditemukan tewas di Poso dengan luka tusuk di bagian leher dan dikubur dalam satu liang kubur. Diduga korban dibunuh sejak enam hari lalu.Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar mengatakan dua anggota kepolisian yang hilang di Poso diduga dihabisi kelompok Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) pimpinan Santoso. Santoso merupakan pimpinan kelompok JAT yang pernah membuat kerusahan di Poso pada tahun 2005.Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI Marciano Norman mengatakan, dua polisi itu diduga dibunuh kelompok Jamaah Anshorut Tauhid (JAT). Namun perlu penyelidikan lebih lanjut untuk memastikannya."Mereka ini memang diduga JAT, sementara dugaan seperti itu," ujar Marciano, di Istana Negara, Rabu (17/10).
JAT bantah terlibat pembunuhan 2 polisi di Poso
Tudingan tersebut dinilai sengaja dihembuskan pihak kepolisian untuk mengalihkan perhatian.
Rekomendasi