Soekarno satu-satunya presiden yang gandrungi ludruk

Soekarno tak pernah absen mengundang seniman ludruk ke istana negara setiap tahun.

Destriyana
Oleh Destriyana - Reporter
Soekarno satu-satunya presiden yang gandrungi ludruk
Musik pengiring pertunjukan ludruk adalah musik gamelan. ©2012 Merdeka.com

Kesibukannya sebagai kepala negara membuat Soekarno tidak pernah melupakan kecintaannya pada ludruk, kesenian khas Jawa Timur. Setiap tahun Bung Karno selalu mengundang beberapa seniman ludruk, penari, dan pemusik untuk tampil di istana negara. "Ya cuma Pak Karno yang sering ngundang ludruk ke istana. Pak Kadam itu sudah diundang 24 kali," kata Suyono, seniman ludruk senior asal Malang, kepada Merdeka.com, Senin, (15/10).Pak Kadam adalah seniman ludruk Malang yang jadi langganan mantan Presiden Soekarno. Pria yang dikenal mahir menari remo ini sering memerankan tandak, pria yang berdandan sebagai wanita. Kala itu, ia masih bergabung dengan grup Ludruk Marhaen, yang sangat populer di era 50-an. Di bawah kepemimpinan Soeharto, Ludruk Marhaen terpaksa harus dibubarkan karena dinilai membawa ajaran Soekarno. Seniman ludruk mengenal sosok Soekarno sebagai satu-satunya presiden yang suka ludruk. Terbukti, pada masa kepemimpinan Soekarno, ludruk berhasil mencapai puncak kejayaan, tepatnya pada era 50-an sampai 60-an. "Tahun 50-an sampai 60-an, ludruk berhasil mencapai puncak keemasannya. Bahkan ketika itu banyak grup-grup ludruk yang muncul dan penontonnya juga banyak," papar pria yang akrab dipanggil Yono tersebut.Apakah kini ludruk sudah kehilangan penonton setianya? Ataukah mati suri dan menunggu untuk dibangkitkan kembali?

Rekomendasi