Demo mahasiswa Yogya dibubarkan pedagang Malioboro

Para pedagang itu merasa terganggu atas unjuk rasa mahasiswa yang menolak kedatangan SBY.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Demo mahasiswa Yogya dibubarkan pedagang Malioboro
Pedagang berusaha membubarkan aksi demonstrasi mahasiswa di Yogyakarta. ©2012 Merdeka.com

Aksi belasan mahasiswa untuk menolak kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dibubarkan pedagang Malioboro. Para pedagang itu mengaku terganggu dengan demonstrasi yang dilakukan di depan Gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).Akibatnya, rencana para pendemo yang menamakan diri Aksi Nasional Forum BEM DIY (FBD) ini memilih membubarkan diri. Sehingga, rencana mereka untuk mendatangi dan berorasi di depan Gedung Agung Yogyakarta urung dilakukan.Pantauan merdeka.com, aksi belasan mahasiswa itu diawali dari Kawasan Abu Bakar Ali. Pengunjuk rasa melakukan long march menuju Gedung Agung Yogyakarta yang sempat dipakai untuk pelantikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Wakil Gubernur Sri Paku Alam IX, Rabu (10/10).Namun, langkah belasan mahasiswa ini terhenti, karena sejumlah aparat TNI-Polri melakukan penjagaan ketat di sekitar lokasi. Meski demikian, mahasiswa bersikeras dan untuk tetap melanjutkan aksinya.Tiba-tiba, seorang warga yang diketahui pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Malioboro, Yogyakarta masuk di antara kerumunan massa mahasiswa dan aparat."Saya tidak terima jika Yogyakarta dinodai dengan aksi-aksi yang tidak penting seperti ini. Kalau kalian ingin melakukan aksi, silahkan bergabung dengan kita melakukan aksi syukuran nanti sore di kawasan Malioboro ini. Jika sampeyan-sampeyan tetap nekat kita juga bias nekat," protes pedagang, Daljiri dengan pakaian bergaris coklat dan ikat kepala itu.Mendengar protes itu, seorang demonstran Abdul Khalid berkilah aksi mereka merupakan aspirasi menghadapi permasalahan nasional. Namun, para pedagang tidak menerima alasan tersebut dan meminta agar unjuk rasa segera dibubarkan.Mendapat tentangan dari warga, akhirnya belasan mahasiswa memilih membubarkan diri dan kembali menuju kawasan Abu Bakar Ali. Melihat massa mulai membubarkan diri, puluhan warga, PKL dan aparat menyoraki mereka.

Rekomendasi