Usai keliling dunia, KRI Dewaruci sandar di Belawan

Belawan menjadi pelabuhan pertama di Indonesia yang disinggahi KRI Dewa Ruci setelah pulang dari pelayaran yang ke-40.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Usai keliling dunia, KRI Dewaruci sandar di Belawan
KRI Dewaruci. ©2012 Merdeka.com/yan muhardiansyah

Sembilan bulan lebih keliling dunia, KRI Dewaruci bersandar di dermaga Lantamal I Belawan, Senin (1/9). Boleh jadi, ini kunjungannya yang terakhir ke Medan, karena kapal latih legendaris ini akan segera dipensiunkan.Belawan menjadi pelabuhan pertama di Indonesia yang disinggahiKRI Dewarucisetelah pulang dari pelayarannya yang ke-40 ke luar negeri. Sebelumnya, kapal ini telah menyinggahi 12 negara, yaitu Republik Marshall, Amerika Serikat, Meksiko, Panama, Kanada, Portugal, Spanyol, Malta, Mesir, Arab Saudi, Oman, dan Sri Lanka.Pada pelayarannya ini, tujuan utamaKRI Dewaruciadalah mengikuti Opsail 2012 di AS pada 23 Juli lalu. Selain itu, mereka juga menjalankan program Kartika Jala Krida 2012 dengan membawa 103 kadet taruna Akademi Angkatan Laut. "Para kadet dibagi dalam dua gelombang, mereka naik dari Miami dan turun di Boston," ucap Letkol Laut Haris Bima Bayu Seto, KaptenKRI Dewaruci, di Belawan.Dalam pelayarannya,KRI Dewarucidengan 77 awaknya mengarungi Samudera Pasifik kemudian ke Samudera Atlantik. "Jadi benar-benar keliling dunia. Sejauh ini kita sudah menempuh jarak 27 ribu nautical mile. Kemungkinan 29 ribu saat sampai Surabaya nanti. Rencananya sampai Surabaya pada 17 Oktober," jelas Bima.KRI Dewarucimengalami sejumlah tantangan ketika melaut. Saat melintasi Samudera Pasifik, kapal ini harus menghadapi gelombang setinggi 12 meter selama 2 minggu lebih.Semua tantangan itu pun berbuah prestasi.KRI Dewarucimenjadi juara kapal layar dari Savana ke New York. Sedangkan prestasi lainnya tidak diberikan secara formal, namun disampaikan dalam captain briefing, seperti dinyatakan sebagai kapal paling heboh dan paling ramah.Di Belawan,KRI Dewarucidisambut dengan upacara militer. Kapal ini rencananya akan bersandar hingga Kamis (4/9). "Kami mengundang warga yang ingin datang, silakan. Ini bukan kapal saya, ini kapal kita bangsa Indonesia," ucap Bima.Setelah dari Belawan,KRI Dewaruciakan singgah di Jakarta sebelum kembali ke Surabaya. Saat ditanya tentang kabar kapal buatan Jerman pada 1952 ini segera dimuseumkan menyusul segera selesainya kapal pengganti di Spanyol, Bima memprediksi kapal itu masih akan berlayar."Mungkin belum pelayaran terakhir, karena tahun depan kita masih ada rencana pelayaran. Meskipun nanti tidak bisa berlayar lagi,KRI Dewarucimasih bisa digunakan untuk keperluan lain," kata Bima.

Rekomendasi