Pilot Norman, dokter yang hobi terbang

Saking senang terbang, Pilot Noorman sampai punya pesawat latih pribadi yang sering digunakan saat mengisi waktu luang.

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Pilot Norman, dokter yang hobi terbang
Pilot pesawat bravo as. ©2012 Merdeka.com

Pilot Marsma (Purn) Noorman T Lubis adalah salah satu korban jatuh Pesawat 202 Bravo milik FASI dalam even Bandung Air Show (BAS) 2012 di Bandara Husein Sastranegara. Selama masa pensiun, pria kelahiran Banda Aceh itu selain jago terbang diketahui juga sebagai spesialis dokter mata.Meski usianya menginjak 70 tahun, Noorman tetap memanfaatkan ilmunya sebagai dokter mata. Sehari-harinya dia bekerja di Bandung Eye Center, Jalan Sumatera, Bandung."Kalau Senin - Jumat dia praktik, tapi kalau tidak ada halangan pada weekend dia pasti menyempatkan terbang, karena itu adalah hobinya," kata adik ipar Noorman, Sonny Saddak, di rumah duka, Jalan Flores Bandung, Sabtu (29/9).Keluarga pun tak bisa menghalang-halangi hobi Noorman yang sudah ditekuninya sejak menjadi anggota TNI AU. Saking senang terbang, purnawirawan itu sampai punya pesawat latih pribadi yang sering digunakan saat mengisi waktu luang."Kalau sudah hobi, kami tidak bisa halang-halangi. Beliau tidak pernah mau lepas dari pegangannya itu," katanya.Sementara itu Danlanud Husein Sastranegara, Kolonel PnB Umar Sugeng Hariono mengakui sepak terjang Noorman di pesawat latih. Bahkan kata dia, Noorman sudah sangat terbiasa mengendalikan pesawat pabrikan Swiss tahun 1976 itu."Jam terbang sudah ribuan jam, beliau sudah sangat handal," ungkapnya.Almarhum sendiri meninggalkan seorang Istri Tien Lubis dan tiga orang anak. Profesinya sang dokter ahli itu ditularkan kepada anak-anaknya yang semua adalah perempuan. Mereka adalah Nashia Yohara Lubis (38), Nanda Anisa Lubis (32) dan Nyndya Zanaria Lubis (27).Noorman tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Unpad 1963-1972
Pascasarjana Program Pendidikan Dokter Spesialis 1978-1981. Semasa di TNI AU, dia pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) TNI AU.

Rekomendasi