Pilot pesawat yang jatuh tak pernah tampil ekstrem

"Mereka pilot berpengalaman dan paham sekali karena jam terbangnya sudah sangat tinggi," kata Danlanud. Husein Sastraneg

Andrian Salam Wiyono
Oleh Andrian Salam Wiyono - Reporter
Pilot pesawat yang jatuh tak pernah tampil ekstrem
AS 202 Bravo. wikipedia

Pilot pesawat 202 Bravo Marsma (Purn) Noorman T Lubis dan rekannya Letkol (Purn) Toni Hartono, merupakan pilot berpengalaman. Diketahui pensiunan TNI Angkatan Udara tak pernah menampilkan manuver-manuver ekstrem selama berlatih."Tidak pernah, biasa saja. Mereka pilot berpengalaman dan paham sekali karena jam terbangnya sudah sangat tinggi," kata Danlanud Husein Sastranegara, Kolonel PnB Umar Sugeng Hariono, saat konferensi pers di Bandung, Sabtu (29/9).Ketika dikonfirmasi, Umar menolak membeberkan penyebab jatuhnya pesawat yang dikendarai dua penerbang senior itu. "Kami belum mau menduga, karena masih dalam penyelidikan kami," ujarnya.Noorman sendiri semasa di TNI AU, pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) TNI AU. Sementara, rekannya Toni merupakan pilot penerbang yang pernah membawa pesawat tempur jenis Hawk.Sebelumnya, sebuah pesawat terbang jatuh di gelaran Bandung Air Show (BAS). Diketahui pesawat itu berjenis AS 202 Bravo. Pesawat latih itu sedang melakukan manuver di atas Lanud Husein Sastranegara, Bandung.Dua korban pesawat jatuh di Bandung Air Show tewas seketika karena kondisi yang mengenaskan. Keduanya langsung dilarikan ke RSHS Bandung.

Rekomendasi