Muhammad Toriq (32) diduga sebagai pemilik benda diduga bom rakitan dan bahan peledak yang ditemukan di Tambora, Jakarta Barat. Sehari-hari, Toriq yang berprofesi sebagai penjual pulsa dikenal pendiam dan kurang bergaul alias kuper."Sehari-hari dia bekerja sebagai penjual pulsa dan memperbaiki ponsel yang rusak. Dia juga tidak bergaul dengan masyarakat sekitar," kata Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Suntana kepada wartawan di lokasi, Rabu (5/9).Ditemui di tempat yang sama, Ketua RT 02 Jembatan Besi, Tambora, Subagiyo, juga membenarkan Toriq jarang bersosialisasi dengan warga lainnya. Namun, Toriq memang rajin beribadah."Dia rajin ibadah tapi jarang bergaul dengan masyarakat dan susah bersosialisasi dengan warga. Misalnya saat salat Magrib berjamaah, dia milih salat sendiri usai orang berjamaah," jelasnya.Hingga kini rumah ibu Iyot yang menjadi lokasi penemuan bahan peledak masih disemuti warga yang penasaran melihat proses penyisiran yang dilakukan Tim Gegana. Garis polisi juga masih melingkari rumah itu. Terlihat puluhan polisi berjaga.Usai menyisir selama dua jam, tim Gegana meninggalkan lokasi sambil membawa barang bukti seperti paku dua toples, cairan bening, jeriken kecil, gulungan kabel aneka warna, paralon 10 meter diameter 15 sentimeter, dua HP gulungan tembaga, dan rumus-rumus campuran formula."Dibawa ke markas Gegana untuk diidentifikasi," kata Suntana.
Toriq, pembuat bom rakitan di Tambora dikenal kuper
Sehari-hari, Toriq yang berprofesi sebagai penjual pulsa dikenal pendiam dan kurang bergaul alias kuper.
Advertisement
Rekomendasi