Badan Intelijen Negara (BIN) masih mencari tahu jalur pendanaan teroris Solo. Langkah itu dilakukan guna menutup jalur pendanaan yang diterima oleh kelompok teroris yang baru saja ditembak Densus 88."Itu masih dalam upaya kita untuk mencari. Pendanaan itu sekarang tidak mesti dalam jumlah yang besar, tapi meski kecil terus menerus juga bisa menjadi lebih besar," kata Kepala BIN Marciano Norman di Istana Negara, Senin (3/9).Terkait temuan senjata yang disita dari kelompok teroris itu, aparat menduga mereka terkait dengan kelompok Abu Umar dari Moro, Filipina. Pihaknya kini tengah melakukan pengembangan guna menemukan garis yang menghubungkan dengan kelompok garis keras di Indonesia dan negara lainnya."Sedang dikembangkan dan kita lihat linknya dia dengan Islam garis keras yang ada di negara tetangga," katanya.Terkait asal pelatihan, Marciano memastikan ketiga pelaku memang pernah menjalani pelatihan militer di Filipina. "Dia pernah bergabung itu terbukti dia pernah ada di sana," pungkasnya.
Seperti diketahui pada Jumat (31/8) Densus 88 menembak mati Farhan dan Mukhsin di belakang Lapangan Parkir Lotte Mart, Serengan, Kota Solo. Sedangkan satu terduga teroris Bayu ditangkap dalam keadaan hidup.