Alkohol kembali makan korban. Seorang pengendara Mercy yang mabuk kehilangan kendali dan menabrak tiga orang, salah satunya langsung tewas. Kasus sopir mabuk pembawa maut ini bukan yang pertama terjadi di Jakarta. Maut mengintai di jalan raya akibat tindakan orang-orang tidak bertanggung jawab ini.
Sebuah mobil mercy melaju kencang tak terkendali Senin (23/7) dini hari di Jl Sudirman, Jakarta. Mobil mewah tersebut kemudian menabrak trotoar di Bundaran Hotel Indonesia. Mobil sampai naik ke atas trotoar dan menabrak tiga orang yang sedang duduk-duduk menikmati kopi menjelang waktu sahur.
Salah seorang di antaranya tewas, sementara dua orang lainnya mengalami luka. Korban meninggal dunia bernama Hariyanto Syari (33), warga Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dia mengalami luka pada kepala dan hidung serta muka mengeluarkan darah.
Korban luka yakni Andri (20), warga Pasar Blora dan Jamaludin (20). Andri luka pada kaki kanan, tulang kering sobek akibat diseruduk kendaraan. Sementara Jamaludin luka lecet di dada, tangan kiri dan kanan serta kaki juga lecet. Korban langsung dilarikan ke RSCM.
Pengemudi kemudian diketahui bernama Darsan Sutrisna (31). Kepada polisi, Darsan mengaku teler karena habis mengkonsumsi minuman keras. "Pengakuannya sama penyidik habis minum wine dan vodka," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto.
Mobil Mercy V8 Biturbo warna putih B 1201 BAD itu sendiri terdaftar atas nama Suwito Nawawi. Namun polisi belum mengorek keterangan lebih lanjut karena kondisi Darsan masih teler.Masih segar dalam ingatan soal kecelakaan maut Nissan Juke di Jl Sudirman. Saat itu Olivia Dewi (17) mengemudikan kendaraannya dengan kencang tanggal 10 Maret dini hari. Mobil yang dikendarainya menabrak tiang reklame di depan Wisma Nugra Santana. Mobil hangus terbakar, begitu juga Olivia yang tewas mengenaskan. Namun rekan Olivia yang bernama Sebastian berhasil diselamatkan. Belakangan diketahui, Olivia ternyata habis menenggak minuman beralkohol.
"Terdapat kandungan ethanol yang tinggi dalam tubuhnya," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Dwi Sigit, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/4).Sebelumnya juga ada kasus Xenia maut. Afriyani yang mengendarai mobil Xenia pada Minggu 22 Januari 2012 menabrak 12 pejalan kaki di Tugu Tani, Jakarta Pusat. Sembilan orang tewas dalam tabrakan maut itu dan tiga orang dilarikan ke rumah sakit.
Sebelum mengendarai mobil, Afriyani bersama rekan-rekannya sempat menghadiri pesta ulang tahun temannya di Hotel Borobudur. Usai menegak minuman beralkohol, Afriyani menghabiskan malam panjang di klub malam Stadium yang terletak di Jakarta Pusat.
Di tempat itu, Afriyani membeli 2 pil ekstasi yang kemudian dibagi rata pada ketiga temannya. Dua butir tersebut mereka beli dengan harga Rp 200 ribu.Imbauan polisi soal tidak mengkonsumsi narkoba atau minuman beralkohol mereka anggap sepi. Nyawa orang pun melayang sia-sia.