Sebelum melakukan terbang dan akhirnya jatuh di Kompleks Rajawali, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, almarhum Kapten Tek Agus Supriadi sempat menyampaikan pesan. Kepada anak keduanya, korban kecelakaan Fokker 27 itu mengatakan ia ingin terbang tinggi. "Pamit bapak mau terbang tinggi, biasanya suka bercanda-canda, kemarin kebanyakan diam," kata Saputra Dery Adrian, anak kedua Kapten Agus, usai pemakaman di TMP Kalibata, Jumat (22/6).Saputra mendengar pesawat yang tumpangi ayahnya jatuh, saat ia sedang makan di kantin usai melakukan tes psikologi Akademi Militer Angkatan Udara di Lanud Halim Perdanakusuma. Mendengar berita itu, ia langsung teringat akan pesan sang ayah. Dan benar saja, pesawat yang jatuh adalah Fokker 27 yang ditumpangi sang ayah.Bagi Saputra, sang ayah adalah sosok yang humoris dan tidak pernah marah. Dia menceritakan, mendiang ayahnya memang mempunyai keinginan agar ia bisa bergabung dengan Angkatan Udara. "Bapak ingin anaknya jadi TNI AU. Saya lagi daftar anak TNI AU. Dia sering pesan agar semangat dalam latihan, tahun ini jangan gagal lagi," tuturnya mengingat pesan sang ayah.
Kapten Agus pamit ke anak ingin terbang tinggi
"Pamit bapak mau terbang tinggi, biasanya suka bercanda-canda, kemarin kebanyakan diam," kata Saputra, anak kapten Agus.
Rekomendasi