Kemendikbud lakukan sertifikasi seniman se-Indonesia

Saat ini masih banyak seniman di Indonesia yang belum memiliki standardisasi profesional di tingkat internasional.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Kemendikbud lakukan sertifikasi seniman se-Indonesia
m nuh. Merdeka.com/Arie Basuki

Membanjirnya pekerja seni (seniman) dari luar negeri ke Indonesia yang telah memiliki sertifikasi internasional sebagai pekerja seni profesional membuat resah Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Kebudayaan. Sebab saat ini masih banyak seniman di Indonesia yang belum memiliki standardisasi profesional di tingkat internasional guna berkompetisi di tingkat dunia. Dikhawatirkan jika para seniman ini diminta untuk terlibat dalam even internasional dengan sendirinya akan gugur dan tersingkir dengan pekerja-pekerja seni lainya dari negara lain.Pernyataan itu disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti di sela-sela menyaksikan 24 jam menari pada acara "Srawung Seni Segara Gunung" di Taman Lumbini Kompleks Candi Borobudur Magelang, Jateng Sabtu (28/4) malam."Sekarang para pekerja seni Indonesia belum memiliki sertifikat sehingga ketika di bawa ke luar Indonesia, mereka tidak dihargai. Padahal bangsa ini kebanjiran pekerja seni dari luar negeri, antara lain penyanyi hotel dari Filipina, dan penari dari Korea," tegas Wiendu Nuryantie.Wiendu menjelaskan proses sertifikasi seniman harus dibedakan kompetensinya, misalnya untuk menjadi dalang yang bersertifikasi itu harus mampu apa saja. Proses sertifikasi diawali dengan memetakan terlebih dahulu keterampilan para pekerja seni. Setelah itu dibuat standarnya."Di negara manapun akan menggunakan standar yang sama dalam melakukan sertifikasi. Sekarang ini sedang dalam proses dan dibuat standar kompetensinya," ungkap Wiendu.Wiendu menyatakan sertifikasi tersebut merupakan salah satu hal yang akan dilakukan reformasi pembangunan kebudayaan. Selain itu, reformasi pembangunan kebudayaan juga akan dilakukan pada karakter, bidang seni dan perfilman, dan bidang diplomasi.Sarana dan prasarana untuk peningkatan dan kemajuan kebudayaan juga akan ditingkatkan. Termasuk juga fasilitas-fasilitas kesenian di sekolah, membantu sarana prasarana seni masuk sekolah akan digalakkan.Kementerian juga akan menyediakan sarana bioskop-bioskop berjalan karena tidak semua lapisan masyarakat terutama di pelosok desa-desa bisa menonton digedung bioskop. Untuk itu, akan digalakkan program bioskop berjalan yang berbasis pemutaran film berpendidikan karakter di beberapa daerah."Tidak semua masyarakat beruntung memiliki akses terhadap gedung bioskop oleh karena itu akan menyediakan bioskop berjalan untuk daerah-daerah yang kurang beruntung dengan film-film yang berpendidikan karakter," pungkas Wiendu.

Rekomendasi