3 Pekan pascapenembakan, tak ada pesawat ke Mulia

Saat ini persediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat di Mulia seperti beras dan lain-lain sudah semakin menipis.

Laurencius Simanjuntak
Oleh Laurencius Simanjuntak - Reporter
3 Pekan pascapenembakan, tak ada pesawat ke Mulia
Pesawat Twin Otter. merdeka.com/jetphotos.net

Pascapenembakan Trigana Air yang menyebabkan seorang tewas di Bandara Mulia, Puncak Jaya, Papua, Minggu (8/4) lalu, hingga kini belum ada pesawat yang berani beroperasi ke kawasan pengunungan itu. Kepala Bidang Perhubungan Udara Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Mimika John Rettob di Timika, Senin, mengakui hingga saat ini seluruh maskapai penerbangan baik perintis maupun komersial belum berani terbang ke Mulia karena trauma.Penerbangan baik perintis maupun komersial ke Mulia selama ini dilayani dari rute Jayapura, Timika, Nabire, dan Wamena."Pihak kepolisian maupun Pemda Puncak Jaya sudah memberikan jaminan soal kondisi keamanan di Bandara Mulia, tetapi pilot dan semua operator penerbangan belum memberikan jawaban karena mereka mengalami trauma psikologis. Kita semua tidak tahu sampai kapan kondisi ini berlangsung," katanya.Menurut dia, wilayah Mulia dan sekitarnya hanya bisa dijangkau dengan transportasi udara. Meskipun ada ruas jalan darat dari Wamena, jalur tersebut kurang diminati warga karena kondisinya yang sangat rawan.Berdasarkan laporan yang diterima Dishub Mimika, saat ini persediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat di Mulia seperti beras dan lain-lain sudah semakin menipis."Kami mendapat laporan bahwa saat ini persediaan bahan kebutuhan pokok di Mulia kian menipis. Bahkan pelayanan pemerintahan, pendidikan, ekonomi, dan lain-lain sudah macet," ujar John seperti dikutip Antara.Sebelum terjadi penembakan terhadap pesawat twin otter milik maskapai Trigana Air yang menewaskan satu penumpang dan melukai sejumlah penumpang serta kru pesawat pada Minggu (8/4), penerbangan dari Timika ke Mulia dilayani tiga kali seminggu yaitu satu kali penerbangan perintis dan dua kali penerbangan reguler komersial.Selain itu, setiap saat juga dilakukan penerbangan dari Timika ke Mulia oleh beberapa maskapai untuk menyuplai bahan kebutuhan pokok masyarakat seperti beras.Jarak tempuh Timika-Mulia dengan transportasi udara hanya 45 menit dan dianggap jauh lebih dekat dan murah bila dibandingkan dengan dari Jayapura yang waktu tempuh mencapai 90 menit.Selain jarak yang dekat dan waktu tempuh yang lebih pendek, jumlah penumpang dari Timika ke Mulia lebih banyak karena banyaknya warga setempat yang bermukim di Timika.

Rekomendasi