Orangtua terperangah tonton guru tabrak murid

Tayangan berdurasi 10 menit itu membuat sejumlah orangtua murid dan pengunjung sidang terkejut dan terperangah.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Orangtua terperangah tonton guru tabrak murid
penabrak siswa TK. merdeka.com/Yan muhardiansyah

Marini (22), guru TK penabrak  17 murid dan seorang guru di Perguruan Buddhis Bodhicitta Medan, kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (29/5). Dalam sidang ini, jaksa memutar rekaman detik-detik terjadinya tabrakan.Rekaman CCTV peristiwa di kompleks sekolah Buddhis Bodhicitta pada 2 Maret lalu itu disaksikan majelis hakim serta perwakilan orangtua murid yang menjadi saksi.Tayangan berdurasi 10 menit itu membuat sejumlah orangtua murid dan pengunjung sidang terkejut dan terperangah. Mereka menggeleng-gelengkan kepala dan berdecik melihat  mobil Toyota Avanza silver otomatis BK 1272 VQ itu menabrak belasan murid di saat mobil mundur dan maju.Sebelum penayangan CCTV, majelis hakim yang diketuai Wahidin terlebih dahulu mendengarkan enam orang saksi sekaligus orangtua korban, di antaranya Epi Dorsinta, Hengki, Sopyan, Liman, Toni, dan  Lukman. Dalam kesaksiannya, mereka mengaku anaknya mengalami luka serius akibat insiden itu. Tapi, semuanya sepakat memaafkan dan meminta agar Marini dihukum ringan.Setelah melihat tayangan CCTV pun mereka menyatakan tetap memaafkan Marini. "Kan anak kami sudah sehat, sudah sekolah," kata Evi setelah sidang.Seusai persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lila Nasution menyatakan  rekaman CCTV yang dia putar dan keterangan para orangtua yang menjadi saksi akan menjadi pertimbangan dalam menyusun tuntutan. "Tuntutan akan disampaikan pekan depan," ucapnya.Dalam dakwaan, Marini dijerat dengan  Pasal 310 ayat (3) UU Lalulintasjo Pasal 360 ayat 1 KUHPidana. Gadis ini terancam hukuman 5 tahun penjara.Seperti diberitakan, Marini (22) menabrak kerumunan siswa TK yang sedang senam di halaman  sekolah yang beralamat di Jalan Selam, Medan itu, Jumat (2/3). Saat itu, perempuan itu berencana memindahkan mobil Toyota Avanza miliknya dari halaman yang juga dijadikan lokasi parkir itu. Saat dimundurkan, kendaraan itu justru menabrak siswa. Marini gugup dan memajukan mobilnya. Kendaraan itu kembali menabrak. Akibat tabrakan itu 15 siswa TK, 2 siswa SMP, dan seorang guru terluka.

Rekomendasi