Walaupun Bismar adalah seorang pria asal Batak, soal bertutur kata sangat berbeda. Setiap kata yang keluar dari Bismar hanya kata-kata lembut.Berbeda dengan tutur katanya, soal vonisnya dalam memutus suatu perkara bisa menggelegar. Contohnya saat menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Sumatera Utara.Saat itu Bismar pernah menambah vonis pengadilan tingkat pertama sampai 10 kali lipat. Ia membuat keputusan luar biasa saat menangani perkara Cut Mariana dan Bachtiar Tahir. Kedua terdakwa dijatuhi hukuman 10 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Medan karena tuduhan memperdagangkan 161 kilogram ganja kering. Di tingkat Pengadilan Tinggi, Bismar menambah hukuman mereka masing-masing 15 dan 10 tahun penjara.Kasus lain, Bismar juga pernah mengubah hukuman bagi seorang kepala sekolah yang mencabuli muridnya sendiri. Dari tujuh bulan menjadi tiga tahun. Perkara ini diputuskan oleh PN Tanjungbalai, tetapi diubah oleh Pengadilan Tinggi Sumut.Bismar banyak dipuji sebagai sosok yang tidak kontroversial. Bismar lurus-lurus saja. Setiap memutus perkara ia selalu bertanya kepada hati nuraninya. Dalam setiap mengambil keputusan sebagai seorang hakim, Bismar selalu beranggapan bahwa hakim itu adalah wakil Tuhan di dunia. Bismar juga dikenal gemar menulis. Apa saja yang dirasakan dan dipikirkan, secepatnya dia catat. Banyak tulisannya yang dipublikasikan, baik dalam bentuk makalah ilmiah, ceramah, artikel populer, maupun buku. Tetapi masih banyak lagi buah pikiran dan gagasannya yang belum sempat dipublikasi.Naskahnya menumpuk, sangat sayang untuk dibuang.Naskah-naskah yang tercecer ini dirangkai kembali di dalam bukunya: Dari Bismar untuk Bismar. Buku itu merangkum artikel-artikel pendek tentang berbagai topik, merupakan refleksi dirinya atas kejadian atau persoalan yang muncul atau sedang menjadi pembicaraan publik saat ia menuliskannya. Artikel-artikel itu sesuai tanggal, bulan atau tahun penulisannya.
Tutur kata lembut, vonisnya menggelegar
Setiap kata yang keluar dari Bismar hanya kata-kata lembut.
Rekomendasi