Paskah heran kasus cek pelawat tak tuntas-tuntas

Paskah Suzetta mengaku heran, KPK tidak mampu mengungkap motif di balik pemberian cek pelawat.

Pramirvan Datu Aprillatu
Paskah heran kasus cek pelawat tak tuntas-tuntas
Gedung KPK. merdeka.com/dwi narwoko.

Empat tahun sudah sejak kasus suap cek pelawat pemilihan deputi gubernur senior BI pertama kali disidik KPK tak kunjung tuntas. Salah satu mantan terpidana dalam kasus ini, Muhammad Paskah Suzetta mengaku heran, KPK tidak mampu mengungkap motif di balik pemberian cek tersebut."Ini kan sudah tahun keempat, semua yang diperiksa sebelumnya sudah saya jawab di pengadilan. tapi saya coba untuk memenuhi panggilan KPK," kata Paskah di gedung KPK, Jakarta, Kamis (19/4).Menurut Paskah, sampai sekarang kasus suap ini belum terlihat motif yang jelas. "Kok bisa lama. ini bisa menjadi pertanyaan. Saya heran ini episode keempat, jadi sudah berapa tahun tidak tuntas-tuntas. Ini sudah tahun keempat, harus ada audit dengan kinerja KPK sebelumnya," cetus mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas ini.Dia membandingkan dengan kasus suap pembangunan wisma atlet dengan tersangka Muhammad Nazaruddin. "Nazar saja hanya butuh waktu enam bulan untuk dengan motif yang jelas untuk sampai ke ruang pengadilan," pungkasnya.Paskah tiba di gedung KPK sekitar pukul 10.25 WIB, mengenakan batik berwarna krem. Dia didampingi seorang ajudan. Dalam kasus cek pelawat ini, Paskah telah menjalani hukuman penjara setelah divonis 16 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada 17 Juni 2011.

Rekomendasi