KPK proses laporan pembangunan lapangan golf UI

"Kita sudah dalam status Pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan)," tegas Johan.

Pramirvan Datu Aprillatu
KPK proses laporan pembangunan lapangan golf UI
KPK proses laporan pembangunan lapangan golf UI

Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Indonesia (UI) telah melaporkan ke KPK untuk memberikan data terkait pembangunan di kampus UI, termasuk pembangunan lapangan golf. KPK menyatakan laporan tersebut sedang diproses."Kemarin ada rombongan dari Universitas Indonesia, diterima pimpinan KPK langsung soal laporannya bahwa sekarang 'on going proccess'," ujar juru bicara KPK, Johan Budi di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, (29/3).Johan menambahkan usai menerima laporan tersebut, pimpinan KPK langsung untuk menindaklanjutinya. "Kita sudah dalam status Pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan)," tegasnya.Sebelumnya berdasarkan kesepakatan paripurna MWA, bahwa pembangunan drive range golf di UI harus dihentikan. Kondisi lokasi pembangunan yang sebelumnya merupakan hutan harus dikembalikan ke dalam keadaan semula.Seperti diberitakan sebelumnya, UI saat ini tengah membangun Integrated Faculty Club UI. Sejumlah fasilitas mewah akan berdiri di kampus Kuning itu.Untuk membangun fasilitas mewah seperti arena dan klub golf tersebut, UI terpaksa membabat hutan hijau di lingkungan kampus.Humas UI Devi Rahmawati, penebangan itu bukanlah tindakan tanpa konsep dan sengaja dilakukan untuk kepentingan kampus semata-mata. Dia juga menegaskan, meski dilakukan penebangan hutan, pihak kampus akan menggantikan pohon-pohon itu dengan yang baru."Meski pohon-pohon itu ditebang, kita pasti akan mengganti dengan yang baru. Meski tidak ditanam di tempat yang sama," kata Devi saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (23/3).Rencananya, UI akan memberikan penjelasan rinci soal proyek yang mereka kerjakan saat ini selambat-lambatnya pekan depan. Namun, dia menegaskan bahwa dana proyek ini patungan dari pemerintah, industri dan pihak kampus UI."Kita akan berikan penjelasan Selasa atau Rabu pekan depan," tegasnya.

Rekomendasi