Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Indonesia (UI) datang ke KPK untuk memberikan data terkait beberapa rencana pembangunan di kampus UI. Rombongan perwakilan MWA itupun diterima langsung oleh Pimpinan KPK. Sebelumnya mereka pun memberi penjelasan terhadap beberapa permasalahan internal yang terjadi di 'kampus kuning' tersebut. Para perwakilan juga menyampaikan pembangunan Integrated Faculty Club UI yang saat ini sedang di digeber di kampus itu."Kami sangat menyayangkan soal pembabatan hutan yang terjadi di salah satu area UI yang rencananya sendiri akan dibuat menjadi lapangan golf," ujar salah satu perwakilan Effendi Ghazali kepada wartawan di gedung KPK, Rabu (28/3).Damona Poespawardaja selaku seketaris WMA mengatakan Rektorat UI pun tidak bisa memberikan data yang terkait dengan pembangunan Integrated Faculty yang di dalamnya terdapat 'drive range golf' itu."Kami pernah meminta data yang terkait dengan pembangunan 'drive range golf' dari pihak rektorat pun tidak pernah memberikan, dari awal pembangunan proyek arena golf, kita selaku Majelis Wali Amanat tidak pernah dilibatkan sama sekali semua ujuk-ujuk dibangun aja, tanpa koordinasi dengan pihak WMA," ujar Damona.Diapun turut memberikan penjelasan tersebut dengan surat pernyataan atas nama Wali Majelis Amanat yang ditembuskan kepada rektor UI yaitu Gumilar Rusliwa Soemantri yang dibuat tertanggal 21 Maret 2012 dengan nomor surat 045/H2.MWA/LOG.01.01.01/2012 perihal pembangunan Driver range golf yang tertulis1. Tidak ada dalam usulan RKAT (Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan) 2012 yang sedang dibahas MWA,
2. Tidak pernah dibahas ataupun dimintakan persetujuan dari MWA,
3. Tidak terdapat dalam Master plan Universitas Indonesia.Maka berdasarkan pembahasan dalam rapat paripurna MWA tanggal 21 Maret 2012 dengan ini kami sampaikan kesepakatan paripurna MWA bahwa pembangunan drive range golf tersebut harus dihentikan, dan kondisi lokasi dikembalikan ke keadaan semula."Kita sudah bertemu dan diskusikan dengan semua pimpinan KPK, ini sudah di track yang benar, KPK bikin outline khusus," ujar Effendi Ghazali yang juga salah satu anggota MWA.