Sejumlah guru besar dan dosen UI akan menemui pimpinan KPK sore ini. Selain mempertanyakan tindak lanjut penanganan terhadap audit BPK atas aset UI, pembangunan lapangan golf juga akan dibahas dalam pertemuan."Pertemuannya sore nanti pukul 16.00 WIB," kata dosen jurusan komunikasi FISIP UI Ade Armando ketika dihubungi merdeka.com, Rabu (28/3).Menurut Ade, kedatangan guru besar dan dosen UI itu tidak mengatasnamakan lembaga. Namun kumpulan dosen dan civitas akademika yang prihatin dengan kondisi internal di UI. Gerakan ini kata Ade, dulu bernama 'Save UI'. "Sekarang namanya gerakan 'UI Bersih'," ujarnya.Ade menyebutkan, ada 15 perwakilan yang terdiri dari dosen dan guru besar UI yang akan hadir dalam pertemuan. "Kita ingin menanyakan tindak lanjut terkait hasil audit BPK yang ditangani KPK. Kami mendapat informasi kalau penyelidikan sudah sampai 70 persen," jelasnya.Soal pembangunan integrated faculty club yang di dalamnya terdapat lapangan golf dan kolam renang, Ade menyatakan hal itu akan disinggung dalam pertemuan.Seperti diketahui, BPK telah menyerahkan hasil audit aset UI sebagaimana permintaan pimpinan KPK pada 27 Desember 2011. Hal ini atas laporan civitas UI yang melaporkan adanya dugaan korupsi di UI yang diterima KPK aduannya pada 28 November 2011.Dari hasil audit ditemukan bukti Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri telah melakukan semacam tindakan melego aset UI. Antara lain, bekas asrama PGT (Pegangsaan Timur) di Cikini seluas 23.583 meter persegi. BPK telah melakukan pengecekan ke Kementerian Keuangan, ternyata kontrak untuk tanah tersebut tidak diketahui atau tanpa seizin Menkeu. Disinyalir negara dirugikan puluhan miliar rupiah.Temuan lainnya adalah kerugian negara akibat kesalahan manajemen Rektor UI dalam pembangunan Rumah Sakit Pendidikan UI.
Dosen UI akan laporkan pembangunan lapangan golf ke KPK
Kedatangan guru besar dan dosen yang tergabung dalam gerakan 'UI Bersih' itu tidak mengatasnamakan lembaga.
Rekomendasi