Dekan FEUI: Tak perlu bangun kolam renang

Pembangunan Integrated Faculty Club Universitas Indonesia mendapat sorotan.

Muhammad Hasits
Oleh Muhammad Hasits - Reporter
Dekan FEUI: Tak perlu bangun kolam renang
Kolam Renang di UI. merdeka.com/pramirvan datu aprillatu

Pembangunan Integrated Faculty Club Universitas Indonesia yang berdiri di atas lahan seluas 38.984 m2 dengan fasilitas sport center bertaraf internasional seperti arena dan klub golf serta kolam renang, dinilai tidak diperlukan. Terlebih jika dikelola secara otonom oleh lembaga pendidikan.Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah mengatakan, pembangunan Integrated Faculty Club tidak menjawab kebutuhan UI sebagai lembaga pendidikan. "Saya lihat itu belum diperlukan. Yang kami butuhkan sekarang adalah sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar," tegas Firmanzah yang juga menjadi Dekan Fakultas Ekonomi UI kepada merdeka.com, Jumat (23/3).Guru besar termuda di universitas nomer 1 di Indonesia ini angkat bicara mengenai kebutuhan mendesak bagi pengembangan pendidikan. Menurutnya, untuk menunjang kegiatan akademis, UI lebih tepat jika membangun serta meningkatkan kualitas pendidikan, perbaikan laboratorium, hingga pengembangan sumber daya manusia. "Itulah yang disebut penunjang kegiatan akademis," tandasnya.Sejumlah fasilitas mewah yang nantinya akan berada di area sport center adalah Golf driving range (30 slot), Golf club & shop, kolam renang (Olympic Size), lapangan futsal, lapangan tenis, dan flying fox sport, justru mengundang banyak pertanyaan. Terlebih jika dikaitkan dengan misi UI untuk pengabdian kepada masyarakat. "Tidak ada relevansinya," ucapnya.Firmanzah mengaku, beberapa rekan di civitas akademi kampus kuning juga mempertanyakan rencana tersebut. Pihaknya tidak mengetahui mengenai konsep, rencana pengembangan dan pembangunan kampus. Sebab, rencana-rencana tersebut ada di lingkungan rektorat.Menurut pandangannya, rencana tersebut jelas akan mengundang pro kontra dan membuat kondisi di lingkungan kampus menjadi kembali tidak kondusif. Padahal, pasca kontroversi pemberian gelar bagi Raja Arab Saudi dan persoalan transparansi pengelolaan keuangan dalam pembangunan laboratorium dan perpustakaan, situasi UI perlahan berangsur kondusif. "Kondisi yang sudah kondusif bisa jadi ramai lagi," tutupnya.Diberitakan sebelumnya, untuk membangun fasilitas mewah seperti arena dan klub golf tersebut, UI pun terpaksa membabat hutan hijau di lingkungan kampus. Namun, Humas UI Devi Rahmawati menegaskan penebangan itu bukanlah tindakan tanpa konsep dan sengaja dilakukan untuk kepentingan kampus semata-mata.

Dia juga menegaskan, meski dilakukan penebangan hutan, pihak kampus akan menggantikan pohon-pohon itu dengan yang baru. "Meski pohon-pohon itu ditebang, kami pasti akan mengganti dengan yang baru, meski tidak ditanam di tempat yang sama," kata Devi.

Rekomendasi