Berbagai masalah di DKI Jakarta, mulai dari kemacetan, banjir, dan kriminalitas membuat pemilih Jakarta kian kritis. Latar belakang calon pemimpin tidak akan jadi poin yang berpengaruh bagi pemilih Jakarta."Tidak ada masalah dari mana. Semua tokoh itu sudah pengalaman juga di bidang masing-masing, sudah mumpuni. Yang mempengaruhi bagi warga Jakarta adalah program kerja paling baik," Dosen psikologi politik UI, Rizka Halida kepada merdeka.com di kantornya, Depok, Selasa (20/3).Namun Rizka menilai calon dari daerah akan kesulitan meraih popularitas. Apalagi untuk mengalahkan Fauzi Bowo yang incumbent. Hal ini merupakan keuntungan bagi Foke.Selain itu, warga Jakarta juga mendambakan pemimpin yang mampu berkomunikasi dengan baik. Setiap program pemerintah idealnya disosialisasikan dulu pada warga."Jakarta perlu pemimipin yang menyelesaikan masalah, tahapan dikomunikasikan dengan warga. Step by step-nya dikasih tahu ke publik. Apa yang sudah selesai dan apa yang belum selesai," kata Rizka.Enam pasang calon cagub-cawagub maju dalam Pilgub DKI Jakarta. Faisal Basri-Biem Benyamin dan Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria maju dari jalur independen. Sementara itu Partai Demokrat dan koalisi tujuh partai mengusung Fauzi Bowo-Prijanto. PDIP-Gerindra mengusung Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Golkar dan PPP mengusung Alex Noerdin-Nono Sampono, sementara PKS mengusung Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini.
Pemilih Jakarta kritis soroti program cagub DKI
Latar belakang calon pemimpin tidak akan jadi poin yang berpengaruh bagi pemilih Jakarta.
Advertisement
Rekomendasi