Meski Komisi Pemilihan Umum belum memutuskan hasil resmi pemilihan presiden Timor Leste, Presiden Jose Ramos-Horta sekaligus calon yang maju kemarin mengaku kalah. Saat itu, suara sah yang telah dihitung lebih dari 60 persen. Horta memperoleh 18 persen. Dia tertinggal oleh dua pesaing kuatnya, yakni Ketua Partai Fretilin Fransisco "Lu Olo" Guterres (28 persen) dan mantan panglima angkatan bersenjata Taur Matan Ruak (25 persen). Lantaran tidak ada satu kandidat yang meraup lebih dari 50 persen suara, pemenang antara Guterres dan Matan Ruak bakal ditentukan pada putaran final yang akan digelar pertengahan bulan depan. Kepada Faisal Assegaf dari merdeka.com, Horta mengaku menerima hasil itu dengan lapang dada. "Saya tidak sedih lantaran gagal maju ke putaran final," katanya saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (20/3). Bahkan, dengan jumawa dia menegaskan dirinya bisa menentukan siapa bakal menjadi presiden ketiga Timor Leste. Horta sendiri terpilih sebagai presiden kedua lima tahun lalu. Pada pemilihan kali ini, terdapat 12 kandidat, termasuk empat paling dijagokan. Mereka adalah Ramos Horta, Guterres, Matan Ruak, dan Fernando de Araujo. Pemilihan presiden kali ini juga menjadi ujian apakah Fretilin bisa menang pada pemilihan presiden Juni mendatang. Pada pemilihan 2006, mereka kalah oleh koalisi CNRT yang dipimpin Kay Rala Xanana Gusmao. Berikut penuturannya:Apa komentar Anda setelah melihat hasil pemilihan Sabtu pekan lalu?
Seperti saya katakan sebelumnya, saya terima apa pun hasilnya, menang atau kalah. Saya tidak sedih lantaran gagal melaju ke putaran final. Apakah Anda akan mendukung Guterres atau Matan Ruak?
Saya belum memutuskan soal itu. Yang pasti, saya bersama Lasama (Ketua Parlemen Fernando "Lasama" de Araujo) memiliki kekuatan buat menentukan siapa yang bakal menjadi presiden selanjutnya. Suara kami berdua kalau digabung 35 persen. Setelah ini, apakah Anda akan mundur dari politik?
Tidak, saya akan masuk pemerintahan Agustus mendatang dengan kekuasaan lebih besar. Menjadi presiden di Timor Leste kekuasaannya terbatas, cuma simbolik, tidak seperti di Indonesia. Artinya, Anda akan bertarung pada pemilihan parlemen Juni mendatang?
(Sempat terdiam). Saya belum memutuskan. Apakah sudah ada tawaran dari Guterres atau Matan Ruak?
Saya menerima banyak tawaran dan saya belum memutuskan apakah akan menerima salah satu. Anda ditawarkan menjadi apa?
Saya tidak bisa menyebutkan sekarang.