Warga Timor Leste baru datang satu jam setelah TPS dibuka

Petugas pemerintah berkeliling ke pelosok desa mengumumkan pada warga agar ikut berpartisipasi.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Warga Timor Leste baru datang satu jam setelah TPS dibuka
Petugas dari Komisi Pemilihan Umum Timor Leste mempersiapkan kotak suara di lapangan Ibu Kota Dili dijaga oleh Polisi PBB, Jumat (16/3). (c) Romeo Gacad/AFP

Warga Timor Leste hari ini menggelar pemilihan presiden kali ketiga. Komisi pemilihan umum resmi membuka tempat pemungutan suara (TPS) pukul 07.00 waktu setempat, namun warga baru mulai berdatangan satu jam setelahnya.Kantor berita Prancis AFP melaporkan, Sabtu (17/3), situasi semacam itu terjadi di banyak tempat. Pantauan wartawan di Desa Balibar, utara Ibu Kota Dili, massa yang kebanyakan bertelanjang kaki datang sambil membawa anak dan bayi. Mereka cukup lama mempersiapkan diri di rumah, sehingga tidak langsung datang ke tempat pemungutan suara di sebuah bangunan sekolah di desa itu. Saat segel kotak suara dibuka oleh sukarelawan komisi pemilihan umum, polisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ikut membantu mengamankan. Warga yang telah menggunakan hak pilihnya mencelupkan jari kelingking ke tinta. Warga banyak yang menjajakan barang dagangan di sekitar TPS. Petugas pemerintah hingga berita ini dilansir masih berkeliling ke pelosok desa mengumumkan pada warga agar ikut berpartisipasi. Ada 12 kandidat dalam pemilihan hari ini. Dari jumlah itu, empat calon terkuat adalah petahan presiden Jose Ramos Horta, mantan panglima angkatan bersenjata Taur Matan Ruak, Ketua Partai Fretilin Fransisco Guiterres, dan Fernando de Araujo (Ketua Parlemen dari Partai Demokrat).Setiap calon presiden harus mendapat lebih dari 50 persen suara untuk langsung menang satu putaran. Bila tidak ada yang mencapai jumlah itu, maka dua kandidat teratas akan maju ke putaran lanjutan dua pekan mendatang.

Rekomendasi