Ruhut tuduh survei LSI dibayar

"Namanya bikin survei atau apalah itu untuk cari makan berarti ada yang bayar kan,'

Nurul Julaikah
Oleh Nurul Julaikah - Reporter
Ruhut tuduh survei LSI dibayar
Ruhut Sitompul/merdeka.com

Politisi Partai Demokrat tidak yakin dengan hasil penelitian Lembaga Survei Indonesia yang menempatkan partai tersebut di nomor tiga. Politisi Demokrat Ruhut Sitompul yakin ada yang membiayai survei LSI."Namanya bikin survei atau apalah itu untuk cari makan berarti ada yang bayar kan, aku nggak mau bilang ada kepentingan, kalian lah yang bisa menilai," ujar anggota dari komisi III ini di gedung DPR, Jakarta, Senin (12/3).Partai Demokrat yakin menang pada pemilihan umum 2014, baik itu perolehan suara untuk partai, calon presiden maupun wakil presiden. Menurutnya survei-survei yang dilakukan lembaga survei tidak terlalu banyak berpengaruh."Jadi 2014 aku tidak ada keragu-raguan sedikit pun partai kita sebagai pemenang. Siapa pun yang keluar dari ucapan SBY, baik itu presiden dan wakil presiden itulah yang jadi pemenang,"Namun Ruhut tidak menampik jebloknya hasil perolehan suara pada survei LSI dipengaruhi oleh masalah yang menimpa Demokrat. Walau begitu mesin partai masih tetap berjalan sebagaimana mestinya. Para pendukung SBY pun cerdas dalam menyikapi hasil poling ini.Pada survei 2009, PD berada di urutan kelima, tetapi saat Pemilu ternyata menjadi urutan pertama. Begitu juga pada tahun 2004, hasil survei menyatakan akan terjadi dua putaran tetapi hasilnya pada Pemilu hanya satu putaran, dan SBY maju menjadi presiden."Jadi aku lihat poling-poling itu paling hanya tertawa termehek-mehek," ujarnya sambil tertawa."Intinya selama SBY masih dalam lingkaran Demokrat, belum ada figur negarawan seperti SBY di indonesia," tutupnya.Berikut hasil survei yang dikeluarkan LSIPartai Golkar: 17,7 persen.

2. PDIP: 13,6 persen.

3. Demokrat: 13,4 persen.

4. Partai Nasdem: 5,9 persen.

5. PKB: 5,3 persen.

6. PPP: 5,3 persen.

7. PKS: 4,2 persen.

8. Partai Gerindra : 3,7 persen.

9. PAN 2,7: persen

10. Partai: Hanura 0,9 persen.

Rekomendasi