Nissan Juke yang dikemudikan oleh Olivia Dewi menabrak sebuah tiang papan reklame lalu terbakar. Kejadian ini segera mengundang tanya mengapa hal tersebut bisa terjadi.Menurut direktur dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu kejadian terbakarnya mobil setelah tabrakan keras secara teori memang bisa terjadi."Mobil itu banyak unsur besi, dan menabrak besi dalam tabrakan keras bisa menimbulkan percikan api, dan itu bisa menyebabkan kebakaran," ujar Jusri kepada merdeka.com, Sabtu (10/3).Menurut Jusri, yang menarik justru mengapa kecelakaan tersebut bisa terjadi. Hal inilah penyebab dasar kecelakaan yang marak terjadi."Kalau di lihat faktanya dalam kasus Nissan Juke ini, kemungkinan besar penyebabnya adalah pengemudi out of control atau hilang kendali," terangnya.Hal ini didasarkan, pengemudi yakni Olivia Dewi baru mendapatkan SIM Januari lalu. "Artinya secara legal dia memang sudah punya izin untuk mengemudi tetapi secara pengalaman mungkin belum. Dia belum mahir dalam mengemudikan mobil," terangnya.Kondisi Olivia saat mengemudikan Nissan Juke B 60 GOH juga diduga tidak dalam kondisi yang prima. Hal ini semakin menambah tingkat rawan kecelakaan."Kejadian itukan dini hari, pada waktu dini hari ini itu waktu untuk istirahat tidur, bukan menyetir. Jam biologis tubuh dini hari itu waktu istirahat," terangnya.Menurut Jusri, dari dua indikasi tersebut, kemungkinan besar kecelakaan Nissan Juke yang terjadi di depan Wisma Nugra Santana akibat pengemudi hilang kendali sangat besar. Namun tentu saja hal tersebut menunggu keterangan dari pihak kepolisian."Termasuk kemungkinan apa yang dilakukan remaja saat malam Sabtu jam segitu? Semua indikasi ini harus diungkap tentunya untuk mengetahui penyebab kecelakaan," imbuhnya.
Mengemudi dini hari rentan kecelakaan
Olivia diduga tidak dalam kondisi yang prima saat mengemudikan Nissan Juke.
Advertisement
Rekomendasi