Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Raut Bahagia Bocah Korban Pemasungan Bermain di Rumah Singgah Dinsos Tangsel

Raut Bahagia Bocah Korban Pemasungan Bermain di Rumah Singgah Dinsos Tangsel Bocah 11 tahun Zili dipasung karena cacat mental. ©REUTERS/William Hong

Merdeka.com - ZKA (10), bocah bernasib malang asal Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, yang dipasung orangtuanya, tampak bahagia setelah berada di rumah singgah milik Dinas Sosial, Kamis (14/3/2019). ZKA sempat dipasung karena dianggap nakal dan takut mengganggu lingkungan tempat tinggal mereka.

Dengan cara dirantai di bagian kaki, ZKA dikekang selama 3 tahun, dan hanya bisa terbaring di atas kasur dalam kondisi memprihatinkan.

Dari pantauan langsung di rumah singgah, ZKA yang ditemani seorang pendamping nampak bahagia, bermain di area terbuka sambil menikmati sejumlah panganan yang diberikan.

"Bisa kita lihat sendiri, dia tampak bahagia. Mungkin bisa dikatakan dia lebih girang di sini (rumah singgah),” ucap pendamping rumah singgah, Zulkarnaen.

Nampak juga, ZKA menikmati bermain di halaman rumah singgah, dia juga terlihat senang bermain ayunan yang ada di halaman rumah tersebut. Meski saat berjalan, ZKA seperti balita yang baru bisa berjalan.

"Iya jalannya seperti itu, kaya belum lancar," ucap Zulkarnaen.

Zulkarnaen yang baru mengenal ZKA sehari ini, menjelaskan, kalau ZKA adalah anak baik, yang memang terlihat aktif saat bermain di ruang terbuka.

"Enggak ada berontak sama sekali, dibanding tempat yang ada disana (rumah orang tuanya), mungkin di sana buat dia penjara," ucapnya.

Dia juga menilai kalau anak tersebut, adalah anak yang cerdas dan mengerti jika diajarkan hal-hal baru. "Kalau saya bilang dia anak luar biasa cerdas, tapi sayang sekali diperlakukan seperti itu oleh keluarganya. Makanya juga lahap, dia senang makan, mungkin karena kemarin jarang makan," katanya.

Namun sayang, ZKA di usianya yang 10 tahun, belum bisa diajak bicara dengan baik. Suara yang dilontarkan persis seperti anak baru belajar berbicara.

"Ya mungkin karena kemarin tertekan, seperti dipenjara jadi seperti orang keterbelakangan. Tapi kalau saya lihat justru dia anak cerdas," ucapnya.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP