Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ratusan pengungsi di Medan demo minta diberangkatkan ke negara ketiga

Ratusan pengungsi di Medan demo minta diberangkatkan ke negara ketiga Ratusan pengungsi di Medan demo. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Ratusan pengungsi dari berbagai negara berunjuk rasa di lokasi penampungan, Wisma YPAP, Jalan Bunga Cempaka, Medan Selayang, Medan, Kamis (22/3). Mereka menuntut untuk segera diberangkatkan ke negara ketiga.

Pengungsi yang berunjuk rasa selama ini memang ditampung di lokasi itu. Di sana terdapat sekitar 500 pencari suaka dari berbagai negara, seperti Afghanistan, Pakistan, Somalia, Sudan, Iran, Eritria, dan Afrika Selatan. Mereka mengaku telah meninggalkan negaranya sejak bertahun-tahun lalu.

Bukan hanya pengungsi dewasa, sejumlah anak-anak juga ikut serta dalam unjuk rasa itu. Mereka turut membawa foto-foto dampak konflik di negara asalnya.

Dalam aksinya, para pengungsi melakukan orasi bergantian. Mereka menyampaikan penderitaannya selama di pengungsian

Para pengungsi ini juga membawa poster berisi tuntutan yang ditujukan kepada International Organization for Migration (IOM) dan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). Mereka mengaku kecewa dan menuding kedua lembaga dunia ini kerap lepas tangan terhadap nasib pengungsi. "Kalau sakit, kami harus bayar sendiri ke rumah sakit. Jika penyakitnya tidak darurat, mereka tidak memfasilitasi kita," kata Khaleed Muhammad, pengungsi asal Sudan.

Lama berada di penampungan, para pengungsi ini mengaku jenuh. Gerak mereka terbatas dan tak dapat bekerja untuk menafkahi keluarga.

Untuk kehidupan sehari-hari, para pengungsi ini hanya mengandalkan dana atau bantuan dari UNHCR melalui IOM. Di sisi lain kebutuhan hidup mereka terus bertambah, salah satunya untuk menyekolahkan anak-anaknya.

Tekanan yang semakin berat kerap membuat para pengungsi depresi. Seorang pengungsi asal Afganistan bahkan bunuh diri karena karena tak kunjung diberangkatkan ke negara ketiga. “Kabar dari UNHCR membuat dia kecewa. Bulan lalu dia bunuh diri," kata Juma Mohsini, pengungsi Afghanistan.

Sementara Kasi Ketertiban dan Keamanan Rumah Detensi Imigrasi Medan, Andi Brian, mengatakan sejumlah pengungsi sudah diberangkatkan ke negara ketiga. Namun dia tidak dapat memastikan jadwal keberangkatan pengungsi lainnya. "Mereka ingin kepastian berapa lama lagi tinggal di Indonesia. Kepastian itu hanya ada di UNHCR," jelas Andi.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP