Ratusan keris dan tombak milik keraton Yogyakarta jalani ritual jamasan

Selasa, 9 Oktober 2018 05:25 Reporter : Purnomo Edi
Ratusan keris dan tombak milik keraton Yogyakarta jalani ritual jamasan Keris dan tombak peninggalan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. ©2018 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Ratusan keris dan tombak peninggalan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang berada di wilayah Gunungkidul, DIY dijamas atau dibersihkan, Senin (8/10). Prosesi jamasan ini dilakukan oleh sejumlah abdi dalem dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Dalam prosesinya, sebelum dilakukan jamasan, ratusan tosan aji ini sejumlah ritual dilakukan terlebih dahulu. Selain itu dilakukan pula pembacaan doa. Usai semua prosesi itu dilakukan, ratusan tosan aji itu pun kemudian dijamas.

Ketua Dewan Kebudayaan Gunungkidul, CB Supriyanto menyampaikan kegiatan jamasan dilakukan selama dua hari. Sebelum dijamas pada Senin (8/10) sehari sebelumnya atau Minggu (7/10) dilakukan sarasehan di Bangsal Sewokoprojo, Gunungkidul.

Supriyanto menuturkan dalam sarasehan itu dijelaskan bagaimana cara merawat tosan aji. Kemudian adapula penjelasan sejarah dan filosofi tosan aji tersebut.

"Di sarasehan yang digelar, dijelaskan mengenai filosofi pusaka ini apa saja. Termasuk para pemilik keris juga harus tahu tentang silsilah dan makna keris miliknya," ujar Supriyanto.

Supriyanto mengungkapkan ratusan tosan aji yang dijamasi itu berasal dari berbagai daerah di Gunungkidul. Selain menjamas tosan aji milik masyarakat, kata Supriyanto pihaknya juga menjamas lima buah tombak peninggalan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang disimpan di Kantor Pemkab Gunungkidul.

"Semoga dengan rutin melakukan kegiatan budaya seperti ini, kelestarian budaya asli masih tetap terjaga," urai Supriyanto.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Agus Kamtono menuturkan pihaknya berencana akan melakukan pendataan tosan aji milik warga. Selain untuk menjaga warisan budaya, juga agar tosan aji masyarakat teregristrasi dengan baik dan menghindari jual beli di pasar gelap.

"Kita akan registrasi benda bersejarah, termasuk tosan aji (benda pusaka) milik masyarakat. Ini (pendataan) penting, karena tosan aji itu memiliki nilai sejarah. Nantinya setiap tosan aji, yang biasanya dilakukan jamasan atau pencucian akan didata mengenai pemiliknya, pembuat, hingga tahun pembuatan," papar Agus.

Agus menambahkan selain untuk mengetahui sejarah dari tosan aji, juga dikhawatirkan jika tidak terdata nanti banyak benda bersejarah ini bisa lepas dan hanya menjadi komoditas ekspor.

"Ini juga sebagai upaya sebagai penangkal keberadaan keris palsu," tutup Agus. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini