Ratusan Guru Sekolah Rakyat Mundur, Mensos: Sudah Ada Pengganti

Gus Ipul menargetkan akan ada sebanyak 16.000 siswa Sekolah Rakyat yang akan memulai pembelajaran tahun 2025-2026.

Nanda Perdana Putra
Oleh Nanda Perdana Putra - Reporter
Ratusan Guru Sekolah Rakyat Mundur, Mensos: Sudah Ada Pengganti
Ratusan Guru Sekolah Rakyat Mundur, Mensos: Sudah Ada Pengganti (Merdeka.com)

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf alias Gus Ipul angkat suara terkait banyaknya guru yang mengundurkan diri dari Sekolah Rakyat. Dia mengatakan, kondisi itu tidak membuat program tersebut kendur. Sebab, sudah ada guru pengganti yang memenuhi kuota yang hilang.

"Guru-guru sudah ada. Guru-guru sudah tercukupi semua, kalau yang mundur kita tidak memaksa, kita hormati, tetapi kita persiapkan guru penggantinya," tutur Gus Ipul di Gedung DPR MPR RI, Jakarta, Jumat (15/8).

"Sudah, Alhamdulillah sudah diproses dan sudah ada penggantinya," sambungnya.

Gus Ipul menargetkan akan ada sebanyak 16.000 siswa Sekolah Rakyat yang akan memulai pembelajaran tahun 2025-2026.

"Mudah-mudahan, ya ini kan per hari ini sudah 100 titik, nanti September juga ada tambahan 60 titik-an lah. Secara keseluruhan ada 16.000 siswa sekolah rakyat yang mulai pembelajaran di tahun 2025 sampai 2026,” jelas dia.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementerian Sosial masih membangun konsolidasi bersama pihak terkait. Tentunya, agar target dapat segera tercapai.

"Kita sedang terus konsolidasi agar makin bisa melengkapi seluruh sarana dan prasarananya," Gus Ipul menandaskan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, buka suara terkait gelombang pengunduran diri ratusan guru Sekolah Rakyat.

Dia menegaskan bahwa mundurnya para guru bukan disebabkan oleh isu gaji atau insentif, melainkan alasan lain seperti jarak domisili yang terlalu jauh.

"Kalau kemarin yang disampaikan itu sebagian karena domisilinya jauh. Kemudian yang kedua, ya mungkin ada alasan-alasan lain yang membuat mereka mengundurkan diri," ujar Mu’ti usai menghadiri Rakornas Pembentukan Karakter Anak Bangsa di Jakarta Selatan, Kamis (31/7).

Menurut Mu’ti, laporan terkait pengunduran diri para guru juga sudah sampai ke Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

"Sudah dilaporkan Pak Menteri Sosial kepada Pak Presiden. Insyaallah sudah tidak ada masalah. Kalau kemarin yang disampaikan itu sebagian karena domisilinya jauh," katanya.

Mu’ti memastikan bahwa proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat tidak akan terganggu. Pemerintah telah menyiapkan guru pengganti untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh para guru yang mundur.

"Jadi yang mengundurkan diri itu sudah ada penggantinya juga. Tapi lebih real-nya, lebih lengkapnya, tolong tanyakan langsung ke Pak Menteri Sosial supaya informasinya lebih akurat," pungkasnya.

Rekomendasi