Rachmawati: Uang Rp 300 juta hasil jerih payah bertahun-tahun

Selasa, 10 Januari 2017 16:56 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Sandiaga Uno di rumah Rachmawati Soekarnoputri. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Tersangka kasus makar Rachmawati Soekarnoputri membantah uang Rp 300 juta yang dikirimkan kepada tersangka lain Alvin Indra akan digunakan untuk membiayai operasional aksi makar. Rachmawati menduga ada rekayasa untuk memfitnah dirinya sebagai penyandang dana makar.

"Ada yang fitnah saya dapat sponsor. Ini Fitnah. Ini semua fitnah. Yang saya bilang ini saya duga ada grand design untuk pembunuhan karakter kepada pejuang demokrasi. Kami pejuang demokrasi yang kritis ini dibungkam," kata Rachmawati di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/1).

Kendati demikian, putri proklamator ini mengakui uang Rp 300 juta itu berasal dari deposito pribadinya. Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk pembiayaan logistik aksi menyampaikan petisi agar kembali ke UUD 1945 di depan Gedung DPR/MPR pada 2 Desember 2016.

Dia menegaskan, aksi tersebut bukan untuk memakzulkan Presiden Joko Widodo tetapi mengembalikan UUD 1945 menggantikan UUD hasil amandemen sekarang. Aksi itu gagal karena belasan aktivis ditangkap pada 2 Desember dini hari.

"Betul itu saya yang kasih. Waktu itu kan mereka mau demo saya kasih logistik. Mereka minta logistik makan minum. Saya ini kan hidup di dunia kampus ya saya biasa itu kasih transport. Kalau Rp 300 juta dibagi 20 ribu orang berapa itu? 15 ribu ya, apa cukup itu? Paling cuma makan bakso," tegasnya.

Ditambahkannya, uang tersebut bukan berasal pihak lain. Uang Rp 300 juta itu adalah hasil dari pekerjaannya memimpin Kampus Universitas Bung Karno.

"Itu memang dari saya pribadi, hasil jerih payah saya bertahun-tahun," pungkas dia.

Penyidik Polda Metro Jaya masih menelusuri penyandang dana kasus dugaan makar yang melibatkan beberapa tokoh. Dari hasil penelusuran, penyidik menemukan adanya aliran dana dari Rachmawati Soekarnoputri kepada salah seorang tersangka dugaan makar lainnya, Alvin Indra.

"Dari hasil pengecekan, Rachmawati ada mencairkan deposito Rp 300 juta dikirim ke rekening Alvin Indra," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Senin (9/1).

Dana tersebut dikirim ke rekening Alvin sekitar akhir November 2016. Penyidik menduga dana tersebut untuk operasional aksi makar. Rachmawati dan kawan-kawan diketahui akan berunjuk rasa di gedung DPR.

"(Dana) Untuk keperluan logistik, makan, minum untuk massa yang akan berunjuk rasa di gedung DPR dan MPR," kata Argo.

"Uang tersebut dikirim dari rekening Rachmawati, namun tidak ada pihak lain yang mentransfer ke Rachmawati," sambungnya. [rnd]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.