PWNU Jatim Tak Undang Menag Fachrul Razi di Puncak Hari Santri Nasional

Jumat, 25 Oktober 2019 18:13 Reporter : Erwin Yohanes
PWNU Jatim Tak Undang Menag Fachrul Razi di Puncak Hari Santri Nasional menag fachrul. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Puncak Hari Santri Nasional (HSN) 2019 yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur tidak akan mengundang Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi. Padahal HSN dengan tema 'Santri Culture Night Carnival (SCNC)' ini dipastikan mengundang tokoh dan pejabat nasional.

Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim, Abdusalam Sokhib atau biasa disapa Gus Salam menyebut Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa, hingga Wali Kota Surabaya Tri Risma diundang dalam acara tersebut.

"Tokoh nasional yang sudah konfirmasi hadir adalah Wakil Presiden Kiai Ma'ruf Amin, dan beberapa tokoh nasional yang berlatar belakang sosok santri," ujarnya di kantor PWNU Jatim, Jumat (25/10).

Lalu, bagaimana dengan Menag Fachrul Razi, Gus Salam mengaku tidak mengirimkan undangan. Ia beralasan bingung mau mengirimkan undangannya kemana, karena selama ini tidak mengenal sosok Fachrul.

"Terkait dengan Menteri Agama, sebenarnya kita yang paling prinsip adalah mengundang tokoh nasional berlatar belakang santri. Ya kita juga belum kenal dengan Menteri Agama dan juga belum tahu apakah beliau ini santri atau bukan. Khawatir saya nanti mengundangnya kemana kita juga tidak tahu dan korelasi dan relevansinya untuk diundang di hari santri juga tidak ada," katanya.

Ia kembali menegaskan tidak mengundang Menag karena hal itu sesuai dengan arahan para Masyaikh (ulama). Petunjuknya, kata dia, hanya mengundang tokoh nasional yang berlatar belakang santri.

Disinggung mengenai kriteria santri yang dimaksud, Gus Salam menjelaskan, sosok yang mendalami ilmu agama, mencintai negara, hidupnya diabdikan untuk perjuangan, serta mengabdi pada umat dan masyarakat, serta berakhlak mulia. Lalu, apakah Menag Fachrul tidak sesuai dengan kriteria itu, Gus Salam mengatakan tidak tahu.

"Saya kurang tahu ya, tapi kalau santri itu ya ngaji, mondok, dan tahu dengan sejarah keagamaan dan perjuangan keagamaan di nusantara," tukasnya.

Lantas, bagaimana dengan Wali Kota Risma yang tak berlatarbelakang santri, namun tetap diundang? Gus Salam berdalih bahwa Risma merupakan pemangku jabatan di Surabaya, tempat berlangsungnya acara.

Dikonfirmasi mengenai sikap PWNU ini apakah mencerminkan ketidaksetujuannya NU terhadap Menag dari latar belakang militer?

"Kita kembali ke esensi, apakah setuju atau tidak setujunya kita berarti. Sebab, menteri adalah hak prerogatif presiden. Kita tidak punya hak untuk menyetujui atau tidak menyetujui," tambahnya.

Sebelumnya, terkait penunjukan Fachrul Razi, Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengatakan, pihaknya menerima protes dari banyak kiai terkait jabatan Menteri Agama. Menurutnya, banyak kiai di berbagai daerah merasa kecewa dengan keputusan Jokowi.

"Saya dan pengurus lainnya banyak mendapat pertanyaan terkait Menteri Agama. Selain pertanyaan, banyak kiai dari berbagai daerah yang menyatakan kekecewaannya dengan nada protes," kata Robikin dalam keterangan tertulis, Rabu (23/10). [did]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini