PWNU DIY Ajak Masyarakat Tak Kotori Pemilu dengan Politik Uang dan Hoaks

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY mengajak masyarakat untuk tidak mengotori jalannya pemilu 2019 dengan politik uang, hoaks dan fitnah. Ajakan ini disampaikan oleh PWNU DIY saat menggelar rapat pleno untuk menyosialisasikan hasil Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Banjar, Jawa Barat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PWNU DIY Ajak Masyarakat Tak Kotori Pemilu dengan Politik Uang dan Hoaks
PWNU Yogyakarta. ©2019 Merdeka.com

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY mengajak masyarakat untuk tidak mengotori jalannya pemilu 2019 dengan politik uang, hoaks dan fitnah. Ajakan ini disampaikan oleh PWNU DIY saat menggelar rapat pleno untuk menyosialisasikan hasil Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Banjar, Jawa Barat yang lalu.

Wakil Ketua PWNU DIY, Fahmi Akbar Idris mengajak warga NU untuk ikut menyukseskan Pemilu 2019. Fahmi pun meminta kepada warga NU untuk berpartisipasi aktif di Pemilu 2019.

"Kami mendeklarasikan kepada masyarakat khususnya warga nadhliyin untuk menyukseskan jalannya Pemilu 2019. Masyarakat NU harus berpartisipasi aktif dengan cara ikut mencoblos di Pemilu 2019," ujar Fahmi di Gedung PMII Yogyakarta, Sabtu (8/3).

Fahmi mengatakan agar masyarakat untuk mewujudkan pemilunya yang aman dan damai. Masyarakat diminta agar tak mengotori Pemilu 2019 dengan politik uang dan hoaks.

"Jangan mengotori pemilu dengan politik uang, penyebaran hoaks dan fitnah. Politik uang, hoaks dan fitnah berpotensi merusak ukhuwah wathoniyah (persaudaraan antar warga)," ungkap Fahmi.

Fahmi menambahkan warga Nadhliyin mendukung Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu yang sah sesuai amanat Undang-undang (UU).

"Kita berharap kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan upaya mendelegitimasi proses Pemilu. Kita sukseskan pemilu yang aman dan damai," pungkas Fahmi.

Rekomendasi