Puluhan Rumah Warga di Jembrana Terendam Banjir
Merdeka.com - Akibat Hujan deras yang menguyur Kabupaten Jembrana sejak tiga hari belakangan ini, menyebabkan banjir, tanah longsor dan kerusakan infrastuktur. Seperti di Desa Pengambengan, puluhan rumah masih terendam air.
Kondisi terparah terjadi di Banjar Kelapa Balian, Desa Pengambengan. Puluhan rumah warga masih terendam banjir dengan ketinggian hingga pinggang orang dewasa. Bahkan menurut warga kondisi itu telah terjadi sejak tiga hari lalu.
Air yang menggenangi rumah warga tidak kunjung surut lantaran dataran rendah dan drainase mampet. Segala upaya telah dilakukan oleh warga, termasuk membersihkan saluran drainase, namun air tak kunjung surut.
"Sudah tiga hari tidak surut-surut airnya kami kesulitan beraktifitas. Segala upaya telah dilakukan namun tidak membuahkan hasil," ujar Nasirin, salah seorang warga setempat, Jumat (30/11).
Dia mengharapkan, pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi banjir yang terjadi tiap tahunnya. sehingga tahun depan saat memasuki musim penghujan tidak lagi terjadi banjir karena sangat merugikan warga setempat.
Terkait hal tersebut Kepala BPBD Jembrana I Ketut Eko Susila AP mengatakan, banjir yang terjadi di Banjar Kelapa Balian, Desa Pengambengan, Negara sore ini telah bisa diatasi. Air yang mengenangi rumah warga setinggi pinggang orang dewasa telah berangsur surut.
Pihaknya bersama-sama dinas PU Jembrana telah terjun ke lokasi dengan membuat saluran pembuangan air dari banjar tersebut langsung menuju pantai. Pembuatan saluran air langsung ke pantai tersebut menggunakan satu unit alat berat. Sehingga air yang menggenangi rumah warga berangsur surut.
"Pembuatan saluran pembuangan air langsung ke pantai merupakan upaya satunya untuk menyurutkan air karena saluran drainase yang ada kecil-kecil dan dangkal sehingga proses mengalir dan penyerapan air sangat lambat," terang Eko.
Dia menyampaikan, saat musim penghujan pihaknya mengimbau warga Jembrana untuk selalu waspada dan berperan aktif menjaga lingkungan sekitar.
"Jangan membuang sampah sembarangan karena bisa menyumbat saluran drainase. Mari warga untuk ringan tangan jika melihat saluran drainase di sekitar mampet agar segera dibersihkan sehingga terindar dari bencana banjir," tutup Eko.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya