Pulang cari rumput, perempuan paruh baya tewas tersengat listrik

Kuat dugaan korban tewas tersengat listrik dari kabel setinggi 90 Centimeter yang melintang di jalan. Kemungkinan, saat melewati kabel tersebut, korban menyentuh kabel yang mengelupas hingga akhirnya tersetrum.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pulang cari rumput, perempuan paruh baya tewas tersengat listrik
Ilustrasi kesetrum. ©2016 Merdeka.com

Ni Wayan Niken (52) warga asal Banjar Sege, Desa Bunutan, kecamatan Abang Karangasem di Bali ditemukan tewas tergeletak di jalan setapak desa, Rabu (25/1). Keluarga menyebut korban berangkat membawa keranjang dan sabit untuk mencari rumput untuk pakan ternak. Seperti biasanya, korban menyabit di tegalan yang tidak jauh dari rumahnya.

Sekitar pukul 16.30 Wita, salah seorang warga mendapati korban terbujur kaku. Badannya tertutup tumpukan rumput yang ada dalam keranjang. Saksi juga melihat ada kabel sambungan listrik yang melekat pada tangan korban.

Kuat dugaan korban tewas tersengat listrik dari kabel setinggi 90 Centimeter milik Nengah Paing yang melintang di jalan. Kabel tersebut turun lantaran diguyur hujan dan angin kencang beberapa hari terakhir.

Kemungkinan, saat melewati kabel tersebut, korban menyentuh kabel yang mengelupas hingga akhirnya tersetrum. Diperkirakan korban mengambil jalan pintas itu lantaran kondisi saat itu hujan.

"Begitu mendapat kabar, saya langsung berlari ke lokasi dan melihat tubuh korban sudah seperti terbakar tertindih rumput," kata saksi Nyoman Manis, kepada petugas dari Polsek Abang, Rabu (25/1).

Polisi masih melakukan penyidikan. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan. "Di lokasi kejadian anggota kami menemukan kabel listrik yang melintang setinggi 90 Centimeter dari permukaan tanah. Anggota juga menemukan ada bagian kabel yang mengelupas kemungkinan akibat terkena sabit," jelas Kapolsek Abang, AKP Nyoman Sugitayasa.

Sebelumnya pihaknya berniat untuk melakukan otopsi terhadap jenazah korban, namun tidak diizinkan oleh pihak keluarga korban dalam hal ini suami korban I Wayan Tuna mengaku sudah mengikhlaskan kepergian korban.

Rekomendasi