Puan Maharani Ingatkan Anggota DPR Tahan Diri Terkait Pernyataan Tunjangan Rumah Usai Tuai Polemik

Hal ini disampaikan Puan usai kenaikan gaji dan tunjangan rumah anggota DPR memicu gejolak publik dan aksi unjuk rasa di pelbagai daerah, termasuk Jakarta.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Puan Maharani Ingatkan Anggota DPR Tahan Diri Terkait Pernyataan Tunjangan Rumah Usai Tuai Polemik
Puan Maharani Ingatkan Anggota DPR Tahan Diri Terkait Pernyataan Tunjangan Rumah Usai Tuai Polemik (Merdeka.com)

Ketua DPR Puan Maharani meminta seluruh anggota dewan di bawah pimpinannya untuk menahan diri dalam menyampaikan pernyataan agar tidak menyinggung masyarakat.

Hal ini disampaikan Puan usai kenaikan gaji dan tunjangan rumah anggota DPR memicu gejolak publik dan aksi unjuk rasa di pelbagai daerah, termasuk Jakarta.

"Semua harus menahan diri, dan jangan saling menyakiti. Kita saling menghormati," kata Puan saat menyambangi rumah duka Affan Kurniawan, driver ojek online yang meninggal dilindas kendaraan taktis Brimob Polda Metro Jaya di Jalan Lasem, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/8).

Puan mengatakan, komunikasi publik dari para wakil rakyat harus dijaga agar tidak memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat. Menurut Puan, situasi ini harus menjadi pembelajaran bagi DPR untuk lebih berhati-hati dan mengutamakan kepentingan rakyat.

Saat ditanya soal tunjangan rumah DPR yang memicu polemik, Puan menyebut fasilitas tersebut hanya berlaku dalam jangka waktu terbatas. "Sudah disampaikan bahwa itu hanya sampai Oktober," kata Puan.

Pernyataan Puan ini disampaikan setelah demonstrasi pecah di sekitar kompleks parlemen pada peringatan hari ulang tahun DPR.

Massa dari pelbagai kalangan menolak sejumlah kebijakan DPR, termasuk isu tunjangan rumah dinas dinilai membebani keuangan negara di tengah situasi ekonomi sulit.

Puan sebelumnya juga telah mengungkapkan permintaan maaf kepada publik dan berjanji DPR akan berbenah. Puan menegaskan lembaga legislatif akan lebih mendengar aspirasi rakyat dan menghindari kebijakan maupun komunikasi berpotensi menimbulkan kekecewaan.

Rekomendasi