Profil Area Peledakan Amunisi TNI di Garut, Ada Papan peringatan Bergambar Tengkorak

Bila mengacu kepada jarak, dari pusat kota Garut berjarak 100 kilometer.

Mochammad Iqbal
Oleh Mochammad Iqbal - Reporter
Profil Area Peledakan Amunisi TNI di Garut, Ada Papan peringatan Bergambar Tengkorak
Profil Area Peledakan Amunisi TNI di Garut, Ada Papan peringatan Bergambar Tengkorak (Merdeka.com)

Ledakan amunisi tidak terpakai milik TNI menyisakan luka mendalam bagi keluarga korban meninggal, baik sipil maupun anggota TNI, Senin (12/5). Berdasarkan penelusuran merdeka.com, kawasan peledakan yang berada di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Garut, Jawa Barat itu tidak bisa dipisahkan dengan aktivitas harian warga.

Bila mengacu kepada jarak, dari pusat kota Garut berjarak 100 kilometer. Namun walau begitu, untuk bisa sampai ke lokasi tidak cukup dengan perjalanan 1 atau 2 jam saja, bisa 4 hingga 6 jam.

Dari pusat Garut, setidaknya perjalanan harus melewati beberapa kecamatan, mulai Bayongbong, Cisurupan, Cikajang, Cihurip, Cisompet, Pameungpeuk dan terakhir Cibalong. Jalannya pun berkelok, menanjak dan menurun.

Di sepanjang jalan menuju lokasi, sejak dari pusat kota Garut disuguhi pemandangan area pertanian, lalu kebun teh di sekitar Cikajang, hingga Kawasan hutan dan perbukitan di setelahnya. Di balik itu juga, sepanjang jalan tersebut ada ancaman longsor, bila hujan turun dengan deras.

Menjelang masuk ke area peledakan, sebelum masuk di tepi jalan raya dipasang peringatan zona berbahaya yang dipasang oleh TNI, sebelum masuk 500 meter ke dalamnya.

"Dilarang masuk, daerah penghancuran munisi afkir. Gupusmu III," tulis dalam papan berwarna merah disertai ikon tengkorak putih.

Papan pengumuman juga ditemukan beberapa kilometer sebelum tempat kejadian ledakan kemarin. Untuk masuk ke area, setidaknya harus melalui perkebunan yang sangat luas, sampai akhirnya bisa sampai di tempat peledakan yang berada di tepi Pantai Selatan Garut.

Warga setempat, Asep mengatakan bahwa kegiatan pemusnahan amunisi tidak layak pakai bukan kali kemarin saja dilakukan TNI AD. Hal tersebut senada dengan apa yang disampaikan Sekretaris Kecamatan Cibalong, Sahrul Akbar.

Dia mengatakan bahwa lokasi peledakan memang cukup jauh dari permukiman. Meski demikian, Asep menyebut bahwa kawasan itu juga tidak jarang menjadi tempat warga setempat untuk berkebun.

"Perkiraan untuk (pemukiman warga) yang terdekat (dari lokasi peledakan) sekitar 1 kilometer. Namun memang (ada) aktivitas masyarakat sehari-hari di sana (area peledakan), berkebun," kata Asep, Selasa (13/5).

Meski warga ada yang suka berkebun di sekitar area peledakan, diketahui bila ada kegiatan seluruhnya menghentikan aktivitas perkebunannya. Karena seringnya peledakan dilaksanakan, masyarakat sudah merasa terbiasa dengan kegiatan tersebut.

Saat ini, di lokasi kejadian terpantau sejumlah personel TNI berjaga. Tidak hanya anggota TNI, sejumlah anggota polisi dari Polsek, Polres, hingga Brimob nampak di lokasi, mulai masuk hingga dalam tempat kejadian.

Rekomendasi