Pria yang ditangkap Densus 88 di Bantul sehari-hari berjualan bakso

Rabu, 11 Juli 2018 23:09 Reporter : Purnomo Edi
Pria yang ditangkap Densus 88 di Bantul sehari-hari berjualan bakso ilustrasi garis polisi. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Seorang terduga teroris berinisial M ditangkap Densus 88 Antiteror di Dusun Mrisi, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Rabu (11/7). M diamankan sekitar pukul 08.00 WIB.

Ketua RT 08 Endiyo membenarkan M ditangkap Densus 88. Endiyo juga membenarkan bahwa Densus 88 sempat melakukan penggeledahan di rumah M.

"Sekitar pukul 08.00 WIB ada polisi datang mencari saya. Katanya mau ada warga yang diamankan karena terduga teroris. Terus saya ke rumah warga itu. Waktu itu sudah ada 15 orang polisi di sana. Terus saya melihat M dimasukkan ke dalam mobil oleh polisi. Polisi kemudian sempat menggeledah rumah," ujar Endiyo, Rabu (11/7) malam.

Endiyo menerangkan jika M dalam kesehariannya Endiyo berjualan bakso tusuk keliling.

"Sudah setahun ini (berjualan bakso tusuk). Ya dia yang bikin dan jual. Dia ikut jualan tapi juga punya karyawan," ungkap Endiyo.

Endiyo menerangkan sebelum berjualan bakso tusuk, M sempat menjajal bidang kuliner lainnya. Dia sempat berjualan rica-rica di daerah Jalan Bantul.

M diketahui merupakan warga asli di wilayahnya. Meskipun demikian, M dianggap oleh Endiyo jarang bersosialisasi dengan warga lain.

"Jarang berkomunikasi dengan warga lainnya. Kalau rapat RT juga gak pernah datang. Orangnya tertutup," bebernya.

Endiyo telah mendapatkan informasi bahwa M telah diawasi gerak-geriknya oleh polisi. Hal itu dibuktikan dengan kedatangan dua orang yang mengaku dari Polda DIY dan meminta data M.

"Sebelum bulan puasa ada dua orang yang mengaku dari Polda DIY dan datang ke rumah saya. Keduanya bilang kalau ternyata M diduga ada keterkaitan dengan terorisme," tutup Endiyo. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini