Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung, memberikan penghormatan kepada Presiden Prabowo Subianto atas kepemimpinannya dalam memahami isu-isu global. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Lee juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas gugurnya prajurit Indonesia yang terlibat dalam misi perdamaian di Lebanon.
"Saya ingin menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada anggota militer Indonesia yang berpartisipasi dalam operasi perdamaian di Lebanon yang telah meninggal dunia akibat ledakan," ungkap Presiden Lee saat menerima kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Blue House, Seoul, pada Rabu (1/4/2026).
Presiden Lee memberikan sambutan hangat atas kunjungan kenegaraan Prabowo dan menegaskan komitmen Republik Korea untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan Indonesia.
"Pada kesempatan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Korea ini, sungguh bermakna bahwa kita akan menuai hasil bersejarah dalam meningkatkan hubungan bilateral kita menjadi kemitraan strategis komprehensif khusus, dan Republik Korea hanya memiliki satu hubungan seperti ini dengan negara mana pun di dunia," kata Presiden Lee.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sedang menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Advertisement
Belasungkawa Prabowo
Prabowo menyampaikan rasa duka cita kepada keluarga para prajurit yang gugur dan memberikan penghormatan atas pengabdian serta pengorbanan mereka dalam melaksanakan tugas negara.
"Innalillahi waina ilaihi rajiun, turut berduka cita atas gugurnya Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadon saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah," ungkap Prabowo melalui instastory di akun resmi Instagram @prabowo pada Selasa, 31 Maret 2026, yang dikutip dari siaran pers.
Dia menegaskan bahwa pengabdian para prajurit merupakan sebuah bentuk dedikasi dan keberanian dalam menjaga perdamaian dunia, sekaligus membawa nama baik Indonesia di kancah internasional. Pemerintah Indonesia memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas jasa dan pengorbanan para prajurit yang telah melaksanakan tugas mulia demi perdamaian.
Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri menuntut agar dilakukan penyelidikan menyeluruh atas serangkaian serangan di Lebanon yang mengakibatkan gugurnya personel penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dalam dua hari berturut-turut.
Advertisement
Indonesia Serukan Penyelidikan Segera Dilakukan
Indonesia meminta agar penyelidikan dilakukan dengan cepat, transparan, dan menyeluruh untuk mengungkap fakta serta menentukan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
"Indonesia menyerukan dilakukannya penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta, termasuk kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab, dan menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakkan," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri melalui akun X, dikutip pada Selasa, 31 Maret 2026.
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa terulangnya serangan keji terhadap personel Indonesia dalam waktu dekat adalah tindakan yang sama sekali tidak dapat diterima. Indonesia juga menilai bahwa kedua insiden ini mencerminkan buruknya situasi keamanan yang terjadi di Lebanon.
Dua personel Indonesia di bawah UNIFIL gugur pada Senin, 30 Maret 2026, dalam serangan kedua yang terjadi di dekat Bani Hayyan, Lebanon. Insiden tersebut terjadi tepat sehari setelah seorang personel penjaga perdamaian Indonesia, Praka Farizal Rhomadon, gugur akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon. Peristiwa itu berlangsung di tengah eskalasi konflik antara Israel dan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.